Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Layanan Konsultasi Kesehatan Mental Kini Makin Diminati, Fenomena Apakah Ini?

📅 Jumat, 09 Okt 2026, 07:07 WIB | Oleh:
Layanan Konsultasi Kesehatan Mental Kini Makin Diminati, Fenomena Apakah Ini? Doc: antara foto
Ket. Indonesia Health Insights Report bertajuk Navigating Indonesia's Mental Health Landscape 2026 yang dirilis oleh penyedia platform Halodoc.

JAKARTA - Minat publik terhadap layanan konsultasi kesehatan mental cenderung meningkat. Hal tersebut didasarkan temuan Indonesia Health Insights Report bertajuk Navigating Indonesia's Mental Health Landscape 2026 yang dirilis oleh penyedia platform Halodoc. Fenomena apakah ini ataukah ada tren yang berkembang?

Kepala Pemasaran Halodoc Fibriyani Elastria mengatakan bahwa sekarang satu dari 15 konsultasi di platform layanan Halodoc berkenaan dengan kesehatan mental.

"Dan kalau dilihat, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ini memang bertumbuh sekitar 8,1 persen," katanya dalam acara temu media di Jakarta, Kamis (8/10).

"Menariknya, pertumbuhan ini dua pertiganya itu didorong oleh pasien baru. Jadi yang sebelumnya memang belum pernah berkonsultasi, tapi dua pertiga dari jumlah yang baru masuk ini ternyata memang adalah yang selama ini belum masuk bicara mengenai kesehatan mental," ia menjelaskan.

Laporan Halodoc juga menunjukkan bahwa 90,7 persen pengguna layanan konsultasi berusia 18–34 tahun dan 83,3 persen di antaranya adalah perempuan.

Selama semester pertama tahun 2026 gangguan ansietas menjadi diagnosis tertinggi dalam layanan konsultasi kesehatan mental di platform Halodoc.

Angkanya mencapai 31,6 persen dari total konsultasi dan meningkat 47,2 persen dibandingkan dengan kurun yang sama tahun sebelumnya.

Diagnosis yang menyertai ansietas beragam, mulai dari persoalan tumbuh kembang pada anak, tekanan akademik dan keluarga pada remaja, disfungsi seksual pada pria usia produktif, kombinasi depresi dan persoalan relasi pada perempuan usia produktif, serta penurunan fungsi kognitif pada lansia.

Mitra Psikolog Halodoc Miki Amrilya Wardati, S.Psi., M.Psi., Psikolog menyampaikan bahwa di balik setiap angka dalam laporan baru Halodoc ada cerita dari warga yang akhirnya berani meminta bantuan tenaga profesional.

"Konsultasi ke psikolog atau psikiater bukan tanda kita kalah dengan situasi. Justru, semakin cepat konsultasi dengan tim profesional, semakin ringan proses penyembuhannya," katanya.

Dia mengemukakan perlunya mengenali perubahan emosi dan perilaku sejak dini agar bisa segera meminta bantuan yang dinilai perlu untuk mengatasi masalah kesehatan mental yang dihadapi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Nasional
Ketua DPD RI Ungkap RUU Kad...
Megapolitan
Cuaca Jakarta Hari Ini, Jum...

Sudan Nyatakan Patuh pada Larangan Senjata Kimia

42 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Sudan Nyatakan Patuh pada L...
Luar Negeri
Raja Malaysia Titahkan Seko...
Luar Negeri
Ekonomi Jepang Tancap Gas, ...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.