Keluarga Didorong Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Jumat, 09 Okt 2026, 02:13 WIB

JAKARTA - Pemprov Jakarta terus mengupayakan kemandirian ekonomi berbasis keluarga. Untuk itu, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta memperkuat kapasitas kelembagaan serta produktivitas kelompok usaha agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi berbasis keluarga melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Keluarga Dinas PPAPP Jakarta Hary Sutanto mengatakan di wilayah perkotaan, seperti Jakarta, terdapat sejumlah tantangan ekonomi yang dihadapi. Ini mulai dari tingginya biaya hidup, persaingan pasar pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga kebutuhan teknologi atau adaptasi digital para pelaku usaha rumahan.

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA/Andri Saputra

Sedangkan, sambung dia, banyak dari keluarga di Jakarta, khususnya akseptor KB (pasangan usia subur yang menggunakan alat kontrasepsi)memiliki potensi usaha, namun masih terkendala dalam hal akses, permodalan, manajemen keuangan, standarisasi produk serta strategi pemasaran digital.

Oleh sebab itu, dibutuhkan pembinaan kelompok UPPKA untuk memberikan penguatan manajerial serta motivasi kewirausahaan kepada para pengurus dan anggota kelompok UPPKA di wilayah Jakarta. Dengan begitu usaha mereka ke depannya semakin berkembang, semakin baik, berdaya saing dan berkelanjutan.

“Dengan tujuan, antara lain meningkatkan kapasitas usaha dengan memberikan pemahaman terkait manajemen usaha dan strategi pemasaran digital bagi produk-produk UPPKA yang dihasilkan, juga penguatan kelembagaan kelompok dengan mendorong pemanfaatan jejaring kemitraan dengan sektor-sektor lainnya,” kata Hary.

Dia menyatakan ini dalam kegiatan “Pembinaan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)” yang berlangsung secara daring, Kamis.

Tujuan pembinaan tersebut, kata dia, juga untuk menciptakan kemandirian ekonomi keluarga guna meningkatkan pendapatan secara mandiri sehingga berkontribusi langsung pada pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

“Terakhir, mengidentifikasi potensi dan menghasilkan produk atau jasa yang memiliki peluang pasar serta membangun sinergi dengan memperkuat kolaborasi antara pengolah program dan para pelaku UPPKA serta pendamping Jakpreneur di lapangan,” ujar Hary.

Dia pun berharap melalui pembinaan tersebut, pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis kelompok yang beranggotakan akseptor KB, pasangan usia subur, serta keluarga lainnya yang tergabung dalam kelompok UPPKA dapat menjadi penggerak dan motivator bagi keluarga lainnya untuk ikut serta dalam meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

Selain itu, juga dapat memiliki peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang standardisasi produk untuk dapat bersaing secara lokal, bahkan nasional, memiliki peningkatan pemahaman, pengetahuan, serta inovasi. Ini utamanya untuk mempromosikan produk-produknya, serta membangun komitmen untuk berkolaborasi antarpihak terkait. Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.