Bulog Yogyakarta Serap Gabah dan Beras 212.612 Ton, Lampaui Target

Jumat, 09 Okt 2026, 18:30 WIB

YOGYAKARTA — Perum Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta bersama wilayah kerja Kantor Cabang Magelang dan Banyumas telah merealisasikan penyerapan gabah dan beras sebesar 212.612 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026. Jumlah tersebut mencapai 108,52 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar 195.919 ton setara beras.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, mengatakan capaian tersebut menjadi kontribusi nyata dalam mendukung penguatan ketahanan pangan. Bulog, menurut dia, akan melanjutkan penyerapan hingga akhir tahun agar hasil panen petani tetap terserap secara optimal.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Antara

"Di wilayah Kanwil Yogyakarta, kita bersyukur dapat berkontribusi nyata dengan merealisasikan penyerapan sebesar 212.612 ton setara beras atau 108,52 persen dari target, per 8 Oktober 2026," kata Dedi di Yogyakarta, Jumat.

Ia menyampaikan, upaya menjaga kinerja penyerapan akan dilakukan melalui kolaborasi, inovasi, serta penguatan kegiatan operasional dari hulu hingga hilir. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pasokan sekaligus mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan.

"Bulog berkomitmen melanjutkan kontribusi dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan serta memastikan setiap hasil kerja petani menjadi bagian dari kekuatan pangan Indonesia," katanya.

Dedi menjelaskan, kinerja di wilayah Yogyakarta turut menopang pencapaian pengadaan pangan Bulog secara nasional. Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) nasional mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar empat juta ton.

Realisasi tersebut melampaui pengadaan sepanjang 2025 yang tercatat 3.191.969 ton setara beras. Capaian tahun ini juga menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Bulog, melampaui rekor sebelumnya pada 2012 yang mencapai 3,65 juta ton.

"Capaian nasional ini bukan sekadar angka, dibaliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan Bulog yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik," katanya.

Menurut Dedi, keberhasilan tersebut didukung kerja sama berbagai pihak, mulai dari kementerian terkait, pemerintah pusat dan daerah, petani, penyuluh, hingga mitra penggilingan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat ekosistem pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

"Capaian ini harus menjadi energi bagi Kanwil Yogyakarta untuk terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia," katanya.

Ia menambahkan, rekor pengadaan nasional tersebut menjadi capaian penting menjelang dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kinerja itu sekaligus memperkuat peran strategis Bulog dalam menjalankan tiga pilar ketahanan pangan nasional, yaitu menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah.

"Dengan pengadaan yang kuat di tingkat hulu, pemerintah memiliki fondasi stok yang semakin kokoh untuk mendukung berbagai program stabilisasi dan penyaluran pangan kepada masyarakat," tutupnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.