Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beras Produksi Petani Telah Diserap Bulog Sampai 4,11 Juta Ton, Harganya?

📅 Jumat, 09 Okt 2026, 12:48 WIB | Oleh:
Beras Produksi Petani Telah Diserap Bulog Sampai 4,11 Juta Ton, Harganya? Doc: ist
Ket. gudang beras

JAKARTA – Boleh saja Bulog mengeklaim telah menyerap banyak beras petani, tapi mengapa petaninya tak beranjak dari kemiskinan? Berapa sebenarnya harga yang dikenakan ke petani?

 Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) telah menyerap 4,11 juta ton beras petani hingga awal Oktober 2026 dan telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah.

"Bulog diperintahkan menyerap gabah setara beras 4 juta ton pada 2026," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Jakarta, Jumat.

Rizal mengatakan bahwa data hingga 8 Oktober 2026, Bulog telah telah merealisasikan penyerapan beras milik petani sebanyak 4,11 juta ton atau setara 102 persen dari target.

Menurut dia, capaian tersebut melampaui penyerapan pada 2025 dengan capaian 3,19 juta ton dan berada di atas capaian tahun sebelumnya, dan bahkan melampaui penyerapan tertinggi pada 2012 silam yaitu 3,65 juta ton.

Rizal menyatakan bahwa capaian tersebut juga berkat kerja sama dari semua pihak baik TNI, Polri, dan yang utama yaitu para petani.

"Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu capaian ini bisa terwujud terutama kepada para petani. Berkat kerja keras bersama, dan semua akan bisa tercapai ketika bersatu demi swasembada pangan berkelanjutan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Bulog terus mengoptimalkan seluruh instrumen pengadaan mulai dari penguatan jaringan pembelian ditingkat produksi, peningkatan kesiapan sarana penyimpanan dan pergudangan.

Selain itu, kata Rizal, yang tidak kalah penting yaitu penyerapan pada momentum awal panen sehingga bisa menjaga harga gabah ditingkat petani.

"Capaian ini memecahkan rekor tertinggi sepanjang Bulog berdiri dan ini bukan sekedar angka, dibaliknya ada kerja keras semua pihak," katanya menambahkan.

Rizal mengungkapkan bahwa capaian penyerapan 4,11 juta ton beras juga menjadi kado dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen untuk swasembada pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Sekelas Letkol Main Judol di Rumah Dinas, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Megapolitan
Pejabat Diduga Minta Uang B...

Pulogadung-Kelapa Gading Tahun Depan Akan Tembus  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pulogadung-Kelapa Gading Ta...

Jaga Keamanan Negara Mulai dari Kawasan Perbatasan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jaga Keamanan Negara Mulai ...

Dua Pembunuh Wanita Ditangkap, Tempat Kos Tak Lagi Aman?

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Dua Pembunuh Wanita Ditangk...
Daerah
Saatnya Berbondong-bondong ...
Advertisement
Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.