Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

YLKI Bali Tekankan Pentingnya Sektor Pariwisata Penuhi Hak Konsumen

1 Kamis, 08 Okt 2026, 15:45 WIB | Oleh:
YLKI Bali Tekankan Pentingnya Sektor Pariwisata Penuhi Hak Konsumen YLKI Bali Tekankan Pentingnya Sektor Pariwisata Penuhi Hak Konsumen Doc: antara foto
Ket. Wisatawan mancanegara

DENPASAR - Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI) Bali menekankan pentingnya sektor pariwisata memenuhi hak konsumen yang mencakup kenyamanan, keamanan, dan keselamatan, dalam mengonsumsi barang dan jasa.

“Baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan Nusantara, harus mendapatkan pelayanan yang baik, wajar, aman, nyaman, benar, dan tidak diskriminatif,” kata Direktur YLKI Bali I Putu Armaya di Denpasar, Kamis (8/10).

Ia menekankan Bali sebagai destinasi pariwisata dunia terbuka bagi masyarakat dari berbagai daerah dan mancanegara yang ingin berlibur.

Untuk itu, lanjut dia, pelaku usaha pariwisata harus menempatkan wisatawan sebagai konsumen yang memiliki hak dan harus mendapatkan perlindungan sesuai dengan ketentuan sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Dalam regulasi itu konsumen memiliki hak untuk memperoleh informasi yang benar, jelas, dan jujur. Kemudian diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.

Artinya, lanjut dia, hotel, restoran, vila, agen perjalanan, transportasi wisata, tempat rekreasi, penyedia jasa perjalanan maupun pelaku usaha industri pariwisata lainnya, tidak boleh memberikan perlakuan yang merendahkan, membedakan secara tidak beralasan, atau memberikan pelayanan yang berbeda secara diskriminatif kepada wisatawan.

Armaya juga mengingatkan bahwa hak wisatawan juga dijamin Undang Undang Kepariwisataan.

Pihaknya menilai pelayanan pariwisata harus mengedepankan profesionalitas, standar pelayanan, kepatutan dan penghormatan terhadap hak konsumen serta mendapatkan pelayanan sesuai standar yang dijanjikan.

Sedangkan terkait perbedaan harga, lanjut dia, tidak otomatis merupakan diskriminasi yang melanggar hukum. Perbedaan tarif dapat memiliki dasar yang sah apabila diinformasikan secara jelas, transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia juga mengingatkan apabila terjadi pelanggaran terhadap hak konsumen, konsumen dapat menempuh mekanisme penyelesaian sengketa sesuai UU Perlindungan Konsumen.

UU Perlindungan Konsumen juga mengatur sanksi administratif, tuntutan ganti rugi, maupun sanksi pidana, tergantung pada bentuk dan unsur pelanggarannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
PT KAI Buka Pemesanan Tiket...
Megapolitan
BPS: Indeks Pembangunan Gen...

Ini Alasan Mengapa Sebaiknya Merahasiakan Tanggal Ulang Tahun Anda

47 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Ini Alasan Mengapa Sebaikny...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.