Uji Coba MBG Prasmanan di Sleman Dorong Pengurangan Sisa Makanan
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 21:00 WIB | Oleh: Eko SYOGYAKARTA — Uji coba penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pola prasmanan di SD Negeri Soprayan, Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, menunjukkan hasil positif. Selama tiga hari awal pelaksanaan, pola tersebut dinilai mampu menekan jumlah makanan yang tersisa karena siswa dapat mengambil makanan sesuai kebutuhan mereka.
Wakil Kepala SDN Soprayan, Murwoko, mengatakan sistem prasmanan diterapkan sebagai bagian dari uji coba untuk melihat efektivitas pola distribusi MBG di tingkat sekolah dasar. Dengan sistem tersebut, siswa diberi kesempatan menyesuaikan jumlah makanan yang diambil dengan kemampuan makan masing-masing.
“Untuk MBG prasmanan ini, ternyata efektif mengurangi sisa makanan yang terbuang. Anak-anak bisa habis makannya, karena anak-anak bisa langsung bilang ke petugas untuk dikurangi nasi atau sayurnya sesuai dengan porsi mereka, secukupnya porsi anak. Kalau pembagian sebelumnya, ada beberapa anak yang (makanannya) tidak habis,” ungkapnya.
Menurut Murwoko, penerapan prasmanan tidak hanya berkaitan dengan pengurangan sisa makanan. Pola tersebut sekaligus memberikan pengalaman bagi siswa untuk belajar menentukan kebutuhan makanan, bertanggung jawab terhadap makanan yang telah dipilih, serta membiasakan diri tertib saat mengantre.
Uji coba yang berlangsung pada 5-16 Oktober 2026 itu diikuti 59 siswa kelas 4, 5, dan 6. Dalam pelaksanaannya, siswa didampingi guru kelas dan petugas MBG. Setelah mengambil makanan di meja saji secara bergantian, siswa membawa makanan tersebut ke kelas untuk disantap bersama.
Murwoko menyebut sistem prasmanan membutuhkan waktu pembagian yang sedikit lebih lama dibandingkan pola distribusi makanan yang langsung diberikan ke kelas. Untuk mengantisipasi perubahan durasi tersebut, sekolah melakukan penyesuaian waktu istirahat tanpa mengurangi jam pembelajaran.
Pada istirahat pertama, waktu ditambah 10 menit sehingga menjadi 30 menit. Sebaliknya, istirahat kedua dikurangi dari 20 menit menjadi 10 menit. Dengan pengaturan tersebut, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sesuai jadwal dan waktu kepulangan siswa tidak mengalami perubahan.
Evaluasi terhadap uji coba akan dilakukan dengan melihat berbagai aspek, antara lain kesesuaian takaran gizi, ketertiban pelaksanaan, dan kenyamanan siswa. Catatan selama penerapan sistem prasmanan selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan pola penyaluran MBG di DIY.
Selain SDN Soprayan, uji coba MBG dengan sistem prasmanan juga dilakukan di SD Muhammadiyah Bantar, Banguncipto, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Pelaksanaannya berlangsung pada periode yang sama, tetapi sasaran pesertanya berbeda. Di sekolah tersebut, uji coba melibatkan 47 siswa kelas 5 dan 6.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!