Surakarta Reaktivasi Sumur Bor Warga Antisipasi Dampak Kemarau
Kamis, 08 Okt 2026, 23:23 WIBJAKARTA -- Pemerintah Kabupaten Surakarta melalui PDAM Toya Wening menyusun rencana mitigasi berupa reaktivasi sumur-sumur dalam (bor) guna mengantisipasi ancaman penurunan ekstrem pasokan air baku utama dari Waduk Gajah Mungkur selama musim kemarau panjang ini.
Manajer Air Limbah PDAM Toya Wening, Bayu Tunggul mengatakan bahwa tinggi muka air di Waduk Gajah Mungkur dari hasil pengamatan selama musim kemarau ini per harinya turun 7 centimeter, di mana posisinya terakhir pada Rabu (7/10) berada di level 129 meter.
"Penurunan TMA Waduk Gajah Mungkur berdampak pada kinerja SPAM Regional Wosusokas. Jika BMKG memprediksi hujan baru turun pada Januari nanti, kami harus mengantisipasinya, operasional intake Wosusokas - reaktivasi sumur dalam,"âââ kata Bayu dalam acara temu media "Peresmian Fasilitas Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas dan Master Meter" di Surakarta, Kamis.
Bayu menjelaskan bahwa SPAM Regional Wosusokas yang dikelola PT Tirta Utama Jawa Tengah berkapasitas 750 liter per detik tersebut menjadi sumber utama penyaluran air minum untuk wilayah Surakarta bagian utara, meliputi Kelurahan Jebres, Mojosongo, Kadipiro, Joglo, hingga Banjarsari.
Sebagai langkah antisipasi bila instalasi pengolahan Wosusokas mengalami kendala operasional akibat penurunan muka air, pihak PDAM akan memobilisasi reaktivasi sumur-sumur bor di Surakarta bagian utara yang sebelumnya sempat ditutup.
"Oktober ini kami mulai melakukan mobilisasi untuk mengaktifkan kembali sumur-sumur dalam, guna menjaga kontinuitas pasokan air bagi warga di wilayah utara," kata dia.
Sementara itu, untuk pasokan air minum yang bersumber dari Mata Air Cokro Tulung serta tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Bengawan Solo dipastikan berada dalam kondisi relatif aman dan stabil.
Kestabilan pasokan air di sepanjang aliran Bengawan Solo terjaga karena adanya penggelontoran (flushing) air baku dari Waduk Gajah Mungkur sebesar 2 meter kubik per detik yang tetap dibuka secara konsisten.
Bayu juga memberikan kepastian bahwa suplai air bersih bagi warga penerima manfaat program Master Meter tidak terdampak oleh dinamika pasokan SPAM Wosusokas karena dialiri dari jaringan sumber lain.
Master Meter merupakan program dari Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan PDAM Toya Wening yang memberikan bantuan pengaliran jaringan air minum berbasis pompanisasi untuk 50 keluarga prasejahtera di Margorejo, Kelurahan Gilingan, Kota Surakarta.
"Kami tentu berkomitmen menjaga keandalan distribusi air minum bagi seluruh masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi cuaca," cetusnya.
- Dampak Kemarau
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
35 Hektare Sawah di Lampung Nyaris Gagal Panen, KemenPU Kerahkan Pompa Air dari Bendung Way Pisang
-
Shin Tae-yong Tegaskan Persija Akan Bidik "Hattrick" Kemenangan Lawan Java United Sabtu Sore Ini
-
Kylian Mbappe Sambut Zinedine Zidane sebagai Pelatih Timnas Prancis, Sebut seperti Adegan Film
-
Kebakaran Hebat Melanda Sekolah di RD Kongo, 14 Anak Tewas
-
Abu Vulkanik Krakatau Mereda, Mitigasi Tetap Dilaksanakan Pemkot Tangerang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.