Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Subsidi Transjakarta Bukan Pemborosan APBD, Dampak Ekonomi Jadi Sorotan

📅 Kamis, 08 Okt 2026, 14:20 WIB | Oleh:
Subsidi Transjakarta Bukan Pemborosan APBD, Dampak Ekonomi Jadi Sorotan Doc: DPRD DKI Jakarta
Ket. Subsidi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk Transjakarta dinilai bukan sekadar beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dukungan anggaran tersebut disebut memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sehingga kepastiannya perlu tetap dijaga.

JAKARTA - Subsidi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk Transjakarta dinilai bukan sekadar beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dukungan anggaran tersebut disebut memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sehingga kepastiannya perlu tetap dijaga.

Hal tersebut disampaikan Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Francine Widjojo dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (7/10/2026). Pernyataan itu disampaikan saat membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang perubahan bentuk badan hukum PT Transportasi Jakarta menjadi PT Transportasi Jakarta (Persero).

Dalam pembahasan tersebut, Francine menyoroti ketentuan mengenai kewajiban Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan subsidi kepada Transjakarta. Menurutnya, ketentuan dalam Ranperda tersebut perlu diselaraskan dengan kemampuan APBD yang tersedia.

Pasal 6 ayat (2) dan ayat (4) dalam Ranperda mewajibkan Pemerintah Provinsi memberikan subsidi sekaligus memastikan ketersediaannya dalam APBD. Karena itu, menurut Francine, kepastian subsidi perlu dibahas dengan mempertimbangkan kondisi fiskal Jakarta.

"Kewajiban subsidi dalam Ranperda berhadapan dengan APBD yang nyata," ujar Francine.

Berdasarkan catatan yang disampaikan dalam rapat, subsidi Transjakarta mengalami penurunan dari sekitar Rp4,1 triliun pada 2025 menjadi Rp3,75 triliun pada 2026. Sementara itu, kebutuhan subsidi Transjakarta disebut masih mencapai sekitar Rp4,8 triliun.

Di sisi lain, pendapatan non-subsidi Perseroan baru mencapai sekitar Rp285 miliar. Nilai tersebut masih kurang dari 8 persen dibandingkan dengan nilai subsidi yang diberikan.

Meski demikian, subsidi transportasi publik dinilai tidak tepat jika hanya dilihat sebagai pengeluaran pemerintah daerah. Subsidi tersebut juga disebut memberikan efek ekonomi yang lebih luas karena mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.

"Kami tegaskan subsidi ini bukan pemborosan," tegas Francine.

Dalam pemaparannya, Francine menyebut subsidi sebesar Rp23,1 triliun sepanjang 2015-2024 diperkirakan menghasilkan output ekonomi nasional sebesar Rp73,8 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp62,4 triliun di antaranya dihasilkan di Jakarta.

"Justru karena itu kepastiannya harus dijaga," pungkas Francine.

Menurutnya, keberadaan transportasi publik yang didukung subsidi pemerintah memiliki manfaat yang tidak hanya berkaitan dengan layanan mobilitas masyarakat. Dampaknya juga dapat dirasakan melalui aktivitas ekonomi yang muncul dari pergerakan masyarakat menggunakan transportasi umum.

Karena itu, pembahasan mengenai subsidi Transjakarta dalam Ranperda perubahan bentuk badan hukum perlu memperhatikan keberlanjutan layanan sekaligus kemampuan APBD. Dukungan pembiayaan tetap diperlukan agar operasional transportasi publik dapat berjalan dan manfaatnya terus dirasakan masyarakat.

Fraksi PSI juga menekankan pentingnya kepastian dukungan pembiayaan dalam Ranperda tersebut. Kepastian itu dinilai dapat memberikan landasan bagi keberadaan layanan Transjakarta sekaligus menjaga kontribusinya terhadap perekonomian Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Wali Kota Ungkap Banyak ASN Tangsel Terlibat Judol

15 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Ungkap Banyak ASN...

KCIC Tawarkan Diskon Tiket Whoosh hingga 50 Persen

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
KCIC Tawarkan Diskon Tiket ...

BMKG: Waspadai Banjir Rob NTT 8-10 Oktober

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG: Waspadai Banjir Rob N...
Advertisement
Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai EV dan 11 Proyek di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park

Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai EV dan 11 Proyek di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.