Rumah Dinas TNI Diduga Jadi Markas Judol, Anggota DPR: Harus Diusut Tuntas
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 18:00 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Anggota Komisi I DPR Taufiq R. Abdullah mendesak Markas Besar TNI mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan rumah dinas di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, sebagai markas judi online atau daring.
"Kami meminta TNI melakukan pengusutan secara tuntas dan menyeluruh terhadap dugaan adanya markas judol di KPAD Cijantung," kata Taufiq dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis (8/10).
Legislator bidang pertahanan itu mendorong TNI mengevaluasi sistem pengawasan internal agar fasilitas perumahan militer tidak disalahgunakan untuk aktivitas kriminal.
"Harus dipastikan siapa yang menggunakan, siapa yang memberi akses, dan bagaimana aktivitas itu bisa berlangsung di kompleks TNI," ucapnya.
Menurut ia, penyalahgunaan rumah dinas merupakan pelanggaran berat terhadap tata kelola aset negara.
Ia menjelaskan rumah dinas militer dibangun menggunakan APBN untuk menunjang kedinasan dan tempat tinggal prajurit yang berhak.
"Rumah dinas itu bukan ruang usaha bebas dan bukan tempat untuk menjalankan kegiatan ilegal. Kalau dialihfungsikan untuk kegiatan yang melanggar hukum, harus ditelusuri siapa yang bertanggung jawab," ujarnya.
Di samping itu, dia menyoroti bahaya laten judi online (judol) yang bisa merusak perekonomian nasional dan tatanan sosial sehingga pemberantasan judol memerlukan pengawasan ketat lintas lembaga.
Taufiq meminta pimpinan TNI memanfaatkan momentum kasus itu untuk merombak sistem pembinaan dan pengawasan lingkungan perumahan prajurit di seluruh Indonesia. Audit berkala terhadap penghuni rumah dinas juga dinilai perlu dilakukan.
"Ini harus dijadikan momentum bagi pimpinan TNI untuk melakukan perbaikan manajerial. Pengelolaan rumah dinas, pengawasan lingkungan, dan mekanisme penindakan harus berjalan tertib serta akuntabel," tuturnya.
Setelah investigasi selesai, hasil penyelidikan Pusat Polisi Militer TNI diminta agar dibuka secara transparan kepada publik.
Langkah tegas TNI dalam menindak oknum yang terlibat diyakini akan memperkuat kredibilitas institusi di mata publik.
Penggerebekan terjadi pada Minggu (4/10) di sebuah rumah dinas TNI di kawasan Cijantung, Jakarta Timur, yang diduga digunakan sebagai tempat operasional judol.
Rumah itu diduga ditempati perwira aktif TNI AD yang disewakan kepada para pelaku judol.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!