Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rinjani Travel Mart Menggeliat, Transaksi Ditarget Rp20 Miliar

📅 Kamis, 08 Okt 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rinjani Travel Mart Menggeliat, Transaksi Ditarget Rp20 Miliar Doc: ANTARA/ Akhyar Rosidi
Ket. Ilustrasi-Kegiatan Rinjani Travel Mart (RTM) Ke-6 2025 di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (13102025).

MATARAM – Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Barat menargetkan nilai transaksi dari penjualan paket wisatawan Rinjani Travel Mart (RTM) yang diselenggarakan pada 13-15 Oktober 2026 tembus hingga angka Rp20 miliar.

Ketua Asita NTB, Sellywati mengatakan dalam kegiatan RTM ke-7 ini akan diikuti 100 buyers dan sellers dari nusantara dan luar negeri di antaranya Jepang, Amerika Serikat, Tiongkok, Malaysia, Uni Emirat Arab (UEA), dan Timor Leste.

"Kegiatan tahunan ini merupakan wadah mempertemukan pelaku industri pariwisata untuk mendorong dan mempromosikan destinasi unggulan yang ada di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, NTB," ujarnya di Mataram, Kamis (8/10).

Ia berharap melalui kegiatan ini dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke NTB, sehingga berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di wilayah itu. Hal ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB makmur mendunia, di mana salah satu program unggulannya pariwisata.

"Untuk target transaksi itu Rp20 miliar, kalau bisa sampai Rp30 miliar tahun ini. Karena buyers (pembeli) kita beragam saat ini," kata Sellywati didampingi sejumlah pengurus ASITA NTB.

Sellywati mengatakan animo buyers untuk mengikuti RTM tahun ini cukup tinggi. Ini bisa dilihat dari rencana buyers dari sejumlah negara untuk hadir bertransaksi pada RTM tahun ini.

"Dari animo mereka yang hadir ini sangat tinggi dan buyers yang hadir ini lebih berkualitas, makanya kita optimis penjualan paket wisata akan jauh lebih meningkat dari kegiatan RTM tahun lalu cuman Rp15 miliar," ujarnya.

Menurutnya, pada tahun lalu fokus kegiatan lapangan di pusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, namun untuk tahun ini destinasi Gili Trawangan dan Senaru, Lombok Utara. Sedangkan, paket yang di tawarkan mencakup seluruh destinasi yang ada di NTB.

"Kalau Pulau Sumbawa itu ada paket Hiu Paus dan Pantai Lakey di Dompu. Kalau Lombok itu Gili Trawangan dan lainnya. Pokoknya semua paket kita tawarkan ke luar negeri," katanya.

Sementara Ketua Panitia RTM 2026, Dewantoro Umbu Joka, mengatakan kegiatan RTM tahun ini juga untuk mendukung pariwisata berkelanjutan yang telah digagas tiga provinsi melalui Kerja Sama Regional Bali-NTB-NTT (KR-BNN), sehingga pelaku industri pariwisata di tiga daerah juga hadir.

"Mudah-mudahan pertumbuhan pariwisata di daerah terus bertumbuh dan ekonomi semakin meningkat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Rona
Avenged Sevenfold Gelar Kon...
Luar Negeri
Negara Bagian Johor Tutup S...

AS Bentuk Satgas Pengawasan “AI”

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
AS Bentuk Satgas Pengawasan...
Advertisement
Jokowi Tanggapi Upaya Pemakzulan Gibran Seiring Keputusan MK

Jokowi Tanggapi Upaya Pemakzulan Gibran Seiring Keputusan MK

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.