Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pusat Data AI Bakal Marak di Indonesia, Menkomdigi Ingatkan Soal Air dan Energi

2 Kamis, 08 Okt 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pusat Data AI Bakal Marak di Indonesia, Menkomdigi Ingatkan Soal Air dan Energi Pusat Data AI Bakal Marak di Indonesia, Menkomdigi Ingatkan Soal Air dan Energi Doc: Antara
Ket. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid berjalan usai memberikan keterangan pers soal perkembangan implementasi PP Tunas di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Rabu (7/10).

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pembangunan pusat data kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia harus mempertimbangkan ketersediaan energi dan air agar tidak mengganggu kebutuhan masyarakat.

"Jadi kita tentu punya kebutuhan kemampuan komputasi yang tentu memerlukan data center. Tapi di saat yang bersamaan, tentu kita harus melihat kecukupan energi, tidak boleh energi terganggu untuk hal-hal lain, terutama layanan publik. Tidak boleh juga kebutuhan air terganggu," kata Meutya di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Rabu (7/10)

Menurut dia, dalam menentukan keseimbangan antara kebutuhan komputasi AI dan ketersediaan sumber daya memerlukan koordinasi lintas sektor sebelum menerbitkan izin pembangunan pusat data.

Misalnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memetakan kebutuhan komputasi, jumlah pengguna internet, serta lokasi dengan konektivitas yang memadai untuk pembangunan pusat data.

"Jadi penentuan titiknya juga harus ditentukan. Ada ketersediaan air atau tidak di situ, ada kecukupan energi di situ, dan ada sinyalnya tidak di situ yang baik," ujarnya.

Meutya mengatakan kebutuhan pembangunan pusat data di Indonesia meningkat seiring perkembangan geopolitik yang mendorong banyak perusahaan global untuk masuk dan berinvestasi di Indonesia.

Meski demikian, menurut dia, pembangunan pusat data perlu ditata agar Indonesia tidak mengalami kelebihan kapasitas dan pembangunannya tetap sesuai dengan kebutuhan.

"Buffer itu, penjagaan supaya kita ini tidak boleh dibanjiri (pusat data), dan kita harus betul-betul pilih-pilih lokasi, kemudian juga sesuai kebutuhan, tidak boleh juga terlalu lebih karena harus ada trade-off-nya," katanya.

Meutya menekankan pertumbuhan ekonomi kreatif dan digital perlu berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap ketersediaan sumber daya bagi masyarakat.

Menurutnya, kebutuhan ekonomi digital dan ekonomi kreatif di Indonesia memungkinkan pembangunan pusat data yang baru.

Akan tetapi, ia menegaskan aspek penentuan lokasi menjadi penting agar keberadaan pusat data tidak mengganggu kebutuhan air dan energi masyarakat di wilayah sekitarnya.

"Penentuan lokasi akan sangat penting, tidak boleh mengganggu kebutuhan air di situ dan juga kebutuhan energi di situ, dan yang penting masyarakat kebutuhannya tidak boleh terganggu," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
100 Anggota PAPRI dapat  Pe...
Daerah
Pemprov Sulteng Gencar Prom...

Telkom Percepat Adopsi AI di Segmen Enterprise

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Ekonomi
Telkom Percepat Adopsi AI d...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.