Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penajam Susun Regulasi Pertanian Organik Jaga Produksi Pangan Aman

📅 Kamis, 08 Okt 2026, 15:25 WIB | Oleh:
Penajam Susun Regulasi Pertanian Organik Jaga Produksi Pangan Aman Doc: ANTARA/Nyaman Bagus Purwaniawan
Ket. Lahan pertanian tanaman padi di salah satu wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

PENAJAM PASER UTARA -- Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, menyusun regulasi berupa peraturan daerah (perda) terkait pengembangan sistem pertanian organik berkelanjutan sebagai upaya menjaga pangan lebih aman dikonsumsi masyarakat.

"Pemerintah kabupaten ingin hasil pertanian tanaman padi atau pangan terbebas dari residu pestisida, mikroba maupun logam berat," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Gunawan ketika ditanya mengenai pengembangan pertanian di Penajam, Kamis.

Saat ini, terdata enam petani tanaman padi di Kecamatan Waru, empat petani di Kecamatan Babulu, serta dua petani di Kecamatan Sepaku telah memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati dengan trycokompos dan micro organisme digunakan di lahan persawahan milik petani bersangkutan sejak 2010.

"Petani itu menjadi pelopor pertanian organik, rata-rata memiliki lahan sawah 1-2 hektare," jelasnya.

"Rata-rata hasil panen petani 3,5 ton gabah kering giling (GKG) per hektare dan hasil panen petani pertanian organik di atas itu, bahkan petani di Waru panen hingga sembilan ton GKG per hektare," tambahnya.

Dengan potret itu, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara ingin mewujudkan pangan yang bermartabat dan aman untuk konsumsi, sebagian salah satu upaya menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), ibu kota baru Indonesia.

Penyusunan perda sebagai payung hukum pengembangan sistem pertanian organik telah selesai, kata dia, saat ini menunggu petunjuk teknis Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur, selanjutnya menjadi bahan penyusunan peraturan bupati (perbub).

Kemudian menjalin kerja sama dengan lembaga sertifikasi organik, membentuk lembaga sertifikasi swadaya Kabupaten Penajam Paser Utara, serta menyiapkan percontohan sistem pertanian organik di wilayah Desa Sesulu dan Sebakung Jaya, serta Kelurahan Waru secara bertahap.

Sistem pertanian organik diarahkan untuk memastikan pangan hasil petani lebih aman tidak meninggalkan residu pada hasil produksi, diharapkan memberikan manfaat bagi konsumen dan menjaga kualitas lingkungan agar pertanian dapat berlangsung dalam jangka panjang, demikian Gunawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Wali Kota Ungkap Banyak ASN Tangsel Terlibat Judol

15 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Ungkap Banyak ASN...

KCIC Tawarkan Diskon Tiket Whoosh hingga 50 Persen

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
KCIC Tawarkan Diskon Tiket ...

BMKG: Waspadai Banjir Rob NTT 8-10 Oktober

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG: Waspadai Banjir Rob N...
Advertisement
Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai EV dan 11 Proyek di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park

Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai EV dan 11 Proyek di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.