Nuansa Unik, Krista Exhibitions Hadirkan Kolaborasi Budaya dan Transformasi Teknologi Printing di ALLPrint Indonesia 2026
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 10:10 WIB | Oleh: Vitto BudiCEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim dalam sambutannya mengatakan perkembangan industri percetakan saat ini, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan produk cetak. Namun, cara pelaku usaha mengadopsi teknologi untuk meningkatkan efisiensi, kapasitas produksi, fleksibilitas dan daya saing.
“Perkembangan teknologi membawa perubahan pada cara industri percetakan menjalankan proses produksi dan memenuhi kebutuhan pasar. Melalui ALLPrint Indonesia, kami mempertemukan pelaku industri dengan teknologi dan solusi yang dapat mereka lihat serta evaluasi secara langsung, sekaligus membuka peluang untuk membangun koneksi dan kerja sama bisnis,” kata Daud.
Kehadiran peserta dari berbagai negara juga memperlihatkan semakin luasnya ekosistem industri yang terlibat dalam perkembangan teknologi percetakan dan grafika di Indonesia.
ALLPrint Indonesia 2026 ungkap Daud merupakan puncak dari rangkaian pameran industri percetakan di beberapa kota, mulai dari Yogyakarta pada April 2026, lalu dilanjutkan ke Surabaya.
Dari pagelaran tersebut, Daud mengatakan perkembangan teknologi cetak digital, tekstil, garmen dan 3D makin diminati industri kreatif.
ALLPrint Indonesia 2026 digelar di JIExpo Kemayoran dengan menggunakan lahan seluas 23.000 m2 dengan target 25.000 pengunjung per hari, sehingga target pengunjung kali ini sekitar 60.000.
Pameran tersebut juga kembali memperkuat posisi Indonesia sebagai hub strategis yang mempertemukan para pelaku industri, produsen, distributor, pemasok, sampai penyedia teknologi.
“Penyelenggaraan ALLPrint Indonesia 2026 merupakan upaya untuk memperkuat ekosistem industri percetakan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar,” katanya.
Sekitar 400 peserta pameran yang berasal lebih dari dari 10 negara turut berpartisipasi dalam pameran, termasuk 20 UMKM. Selain Indonesia, peserta juga berasal dari Hong Kong, India, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Tiongkok.
“Kehadiran peserta internasional tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi pasar yang menarik bagi perkembangan industri percetakan dan teknologi grafika,”katanya.
Berbagai inovasi terkini akan dihadirkan para peserta, termasuk mesin percetakan modern, peralatan presisi, bahan baku, sampai solusi digital terintegrasi. Seluruh inovasi tersebut siap mengatasi tantangan dan memenuhi kebutuhan industri grafika masa kini.
Para pelaku industri berusaha untuk terus memperbarui teknologi dan meningkatkan kapasitas produksinya. Upaya tersebut dipicu oleh perkembangan digitalisasi, personalisasi produk, tuntutan efisiensi dan kebutuhan proses produksi yang kian fleksibel.
Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Ahmad Mughira Nurhani pada kesempatan itu mengatakan penyelenggaraan pameran yang ke-27 menjadi bukti kalau industri percetakan tetap prospektif di tengah transformasi teknologi dan kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!