Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

MT 1 Petani Bantul Berpotensi Mundur akibat Kemarau Panjang

1 Kamis, 08 Okt 2026, 21:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
MT 1 Petani Bantul Berpotensi Mundur akibat Kemarau Panjang MT 1 Petani Bantul Berpotensi Mundur akibat Kemarau Panjang Doc: Dok. Antara

BANTUL — Musim tanam pertama (MT 1) di sejumlah wilayah Kabupaten Bantul diperkirakan bergeser dari jadwal biasanya karena hujan belum juga turun hingga awal Oktober 2026. Kondisi tersebut membuat petani harus menyesuaikan waktu tanam dengan ketersediaan air agar risiko gagal panen dapat ditekan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul Joko Waluyo mengatakan sebagian wilayah masih menghadapi kekeringan setelah mengalami kemarau panjang. Terbatasnya debit sejumlah sumber air turut memengaruhi kesiapan lahan pertanian untuk memasuki masa tanam.

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai puso atau gagal panen akibat kondisi tersebut.

"Tapi sampai saat ini kan kita itu belum ada puso. Belum ada laporan puso," katanya.

Joko menjelaskan, puso merupakan kondisi ketika tanaman pertanian gagal menghasilkan atau mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat dipanen secara optimal. Kondisi itu dapat terjadi antara lain akibat cuaca ekstrem maupun kekurangan air.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diprediksi mulai turun pada minggu kedua Desember. Perkiraan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan waktu tanam petani.

"Kalau dari BMKG memperkirakan hujan akan mulai terjadi pada minggu kedua di bulan Desember," ujarnya.

Di tengah keterbatasan air, sebagian petani telah mengambil langkah untuk menyelamatkan hasil pertanian. Salah satunya dilakukan petani jagung di Kapanewon Dlingo dengan memajukan waktu panen meski tanaman belum sepenuhnya memasuki masa panen.

"Itu tanaman yang belum saatnya panen, tapi karena kekeringan, dipanen awal. Tapi kan jagung, jadi bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, jadi tidak masalah," katanya.

Menurut Joko, kondisi tersebut juga membuka kemungkinan jadwal MT 1 di sejumlah wilayah bergeser. Jika biasanya penanaman dimulai pada November, pada tahun ini sebagian petani kemungkinan baru dapat memulai tanam pada Desember.

"Mungkin MT 1 ini kita agak mundur tanamnya di daerah tertentu," ujarnya.

Kondisi ketersediaan air tidak sama di seluruh wilayah Bantul. Lahan pertanian di wilayah bawah dinilai relatif lebih aman karena memiliki akses sumber air yang lebih memadai, terutama kawasan yang berada di sekitar enam sungai besar yang melintasi Kabupaten Bantul.

Selain mengandalkan sumber air yang tersedia, pemerintah juga menyiapkan dukungan irigasi untuk membantu lahan yang mengalami keterbatasan pasokan air. Bantul mendapat bantuan 11 unit irigasi pompa (irpom) di wilayah Dlingo serta tiga sumur dalam.

"Kita juga dibantu irigasi pompa (irpom) sebanyak 11 di daerah Dlingo terus ada tiga sumur dalam," katanya.

DKPP Bantul juga mengingatkan petani agar mempertimbangkan jenis tanaman yang ditanam selama kondisi air masih terbatas. Komoditas berumur pendek dan tidak membutuhkan banyak air dinilai lebih sesuai untuk mengurangi risiko kerugian, seperti misalnya palawija, padi umur pendek yaitu umur 85 hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

BMKG: Jakarta Diprediksi Akan Hujan pada Minggu Sore

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.