Kenya Laporkan Kematian Pertama Ebola
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 17:59 WIB | Oleh: Ilham SudrajatNAIROBI - Kematian pertama akibat Ebola di Kenya telah memicu upaya cepat untuk melacak semua orang yang pernah berkontak dengan korban. Kata Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Neema Rusibamayila Kimambo, dilansir dari UN News, Kamis (8/10).
Dr Kimambo menyebut beberapa hari ke depan akan menjadi masa krusial dalam mencegah penyebaran galur (strain) virus Bundibugyo di tingkat masyarakat. Yang kini telah memakan korban jiwa pertamanya di Kenya.
Korban, seorang pria lokal di Republik Demokratik Kongo (DRC) selama beberapa tahun, jatuh sakit di sana, tempat di mana wabah mematikan terus meluas di bagian timur. Ia terbang ke Nairobi melalui Kampala dan Entebbe di Uganda pada 3 Oktober, langsung pergi ke rumah sakit, dan meninggal pada Senin (5/10).
Sejak saat itu, pihak berwenang telah mengidentifikasi orang-orang yang melakukan kontak langsung dengannya, baik dari kontak sosial maupun saat ia masuk ke rumah sakit. Hingga saat ini, belum ada infeksi tambahan lainnya.
“Ini adalah wabah dari kasus impor, seseorang yang datang dan langsung pergi ke rumah sakit. Namun Pemerintah sedang bekerja untuk mengidentifikasi semua kontak yang relevan sebagai bagian dari penanganan wabah ini,” ujar Dr. Kimambo kepada UN News.
Ia mengatakan daftar kontak telah diidentifikasi, termasuk sekitar 10 kerabat pria tersebut yang sangat kooperatif. Termasuk, beberapa di antaranya secara sukarela mendaftarkan diri dan kini sudah ditempatkan di bawah karantina.
Sementara itu, 21 tenaga kesehatan yang merawatnya di rumah sakit, serta perawat laboratorium dan petugas lainnya, juga telah dihubungi. Pemerintah bekerja sama dengan pihak maskapai penerbangan menghubungi sekitar 23 penumpang dan empat kru kapal yang berada dalam penerbangan dari Entebbe ke Kampala.
Dr Kimambo menekankan pentingnya masyarakat mengetahui bagaimana Ebola menyebar. Yaitu melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi seperti keringat, darah, dan air liur
“Perlunya menjaga kebersihan secara maksimal melalui cuci tangan teratur, penggunaan pembersih tangan (hand sanitizer), dan menghindari banyak berpegangan tangan. Di samping mengenali gejala dan segera mencari perawatan medis sejak dini,” ucap dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!