Gubernur Pramono Siapkan AI untuk Tata Kawasan Tanah Abang Tanpa Penggusuran

Kamis, 08 Okt 2026, 13:55 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Jakarta siap mengambil bagian dalam kemitraan strategis Indonesia dan Korea Selatan di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut akan diarahkan untuk menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan perkotaan, termasuk penataan kawasan permukiman di Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan Pramono saat menghadiri Roundtable Discussion bertajuk “Shaping the Future Together: Strategic AI Partnership Between Korea and Indonesia” di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026). Menurutnya, Jakarta memiliki hubungan kerja sama yang cukup panjang dengan sejumlah wilayah di Korea Selatan melalui skema sister city.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Jakarta siap mengambil bagian dalam kemitraan strategis Indonesia dan Korea Selatan di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut akan diarahkan untuk menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan perkotaan, termasuk penataan kawasan permukiman di Jakarta. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Jakarta mempersiapkan diri untuk terlibat dalam kemitraan strategis antara Indonesia dengan Korea Selatan di bidang AI. Selama ini, Jakarta mempunyai hubungan yang baik dan sudah menjalin kerja sama sister city dengan Seoul, Jeju, Chungcheongnam-do dan Nonsan. Jakarta siap untuk itu," ujar Pramono.

Pramono mengatakan Jakarta juga memiliki fondasi digital yang mendukung pengembangan pemanfaatan AI. Salah satu indikatornya adalah keberadaan 102 pusat data di Jakarta yang disebut hampir mencapai separuh dari total pusat data di Indonesia.

Namun, menurut Pramono, keberadaan infrastruktur digital tersebut perlu diarahkan untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung. Ia mencontohkan rencana penataan kawasan sepanjang 2,3 kilometer yang mencakup Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Kita akan menerapkan AI untuk melakukan renovasi dan revitalisasi tanpa melakukan penggusuran," katanya.

Dalam penataan kawasan tersebut, AI nantinya dapat dimanfaatkan untuk membantu proses perancangan kawasan hingga penggunaan CCTV. Teknologi tersebut juga diharapkan mendukung pendekatan penataan yang lebih terukur sehingga proses revitalisasi dapat dilakukan tanpa menggusur masyarakat yang berada di kawasan tersebut.

Pramono menargetkan pembenahan kawasan tersebut dapat diselesaikan pada 2028. Ia berharap penataan tersebut dapat menjadi salah satu contoh penggunaan teknologi untuk menangani persoalan kawasan permukiman di Jakarta.

"Saya ingin dilakukan pembenahan dan dibuat menjadi cantik. Saya ingin tahun 2028 ini selesai. Ini bisa menjadi contoh bahwa penyelesaian persoalan kawasan kumuh dengan menggunakan AI juga bisa dilakukan dan itu dilakukan di Jakarta," ujarnya.

Pemanfaatan AI di Jakarta tidak hanya diarahkan untuk penataan kawasan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga melihat peluang penggunaannya dalam pelayanan publik, pengambilan kebijakan berbasis data, serta pengelolaan mobilitas perkotaan.

Dalam penerapannya, Pramono menekankan penggunaan AI tetap harus berorientasi pada manusia. Aspek privasi, keamanan, keadilan, akuntabilitas, dan inklusi digital disebut perlu menjadi bagian dari pengembangan teknologi tersebut.

Sementara itu, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Yoon Soon Gu menyatakan kesiapan Korea Selatan untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia dalam pengembangan ekosistem AI. Menurutnya, Korea Selatan memiliki fondasi yang dapat mendukung peningkatan ekosistem kecerdasan buatan dan siap menjadi mitra Indonesia dalam berbagai sektor.

"Kami memiliki fondasi yang kuat dan kokoh untuk mengembangkan serta meningkatkan ekosistem kecerdasan buatan. Oleh karena itu, kami siap bekerja sama dengan Indonesia. Kami adalah mitra yang dapat diandalkan bagi Indonesia di berbagai sektor, terutama AI," ujar Yoon Soon Gu.

Kerja sama AI antara Indonesia dan Korea Selatan juga dinilai perlu diarahkan pada manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Penasihat Senior Laboratorium Indonesia 2045 Andi Widjajanto menekankan pentingnya menempatkan warga, khususnya generasi muda, sebagai bagian utama dari pengembangan kerja sama tersebut.

"Pertemuan ini diharapkan dapat menggagas kerja sama AI ke depan yang betul-betul fokus tentang warga dan populasi terutama generasi muda," katanya.

Bagi Jakarta, pengembangan AI tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan kemajuan teknologi dengan kebutuhan perkotaan. Penataan kawasan Tanah Abang yang ditargetkan rampung pada 2028 menjadi salah satu contoh yang disebut Pramono untuk menunjukkan bagaimana AI dapat diarahkan pada penyelesaian persoalan kota secara konkret.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.