Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Beauty Routine hingga Beauty Culture, Sociolla Hadirkan 100 Hotlist 2026

📅 Kamis, 08 Okt 2026, 23:33 WIB | Oleh:
Dari Beauty Routine hingga Beauty Culture, Sociolla Hadirkan 100 Hotlist 2026 Doc: Social Bella Indonesia
Ket. Berbagai produk dalam Sociolla 100 Hotlist. Sociolla Awards 2026 menghadirkan Sociolla 100 Hotlist berisi 100 produk dari 25 kategori, mencerminkan perubahan preferensi dan tren beauty enthusiast Indonesia.

JAKARTA — Pilihan produk kecantikan di Indonesia semakin beragam seiring perubahan perilaku konsumen. Beauty enthusiast tidak lagi sekadar mencari produk berdasarkan fungsi, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman pengguna lain, perkembangan tren, hingga kesesuaian produk dengan kebutuhan dan rutinitas pribadi.

Perubahan perilaku tersebut menjadi salah satu gambaran yang ingin dipotret Sociolla melalui penyelenggaraan Sociolla Awards 2026. Mengusung tema “Choice. Culture. Icons. — Defining Beauties Forward”, ajang ini kembali menghadirkan kurasi produk kecantikan yang dinilai merefleksikan perkembangan preferensi konsumen Indonesia.

Salah satu tahap awal dalam rangkaian Sociolla Awards 2026 adalah Sociolla 100 Hotlist, yang memuat 100 produk pilihan dari 25 kategori kecantikan. Daftar tersebut tidak hanya disusun berdasarkan popularitas produk, tetapi juga mempertimbangkan sejumlah perspektif dari ekosistem Sociolla, termasuk pengalaman pengguna, performa brand, data konsumen, serta perkembangan tren.

Co-founder dan CMO Social Bella Indonesia, Chrisanti Indiana, mengatakan perubahan dalam perilaku konsumen membuat pemahaman terhadap industri kecantikan tidak cukup hanya dilihat dari produk yang paling banyak dibeli.

“Sebagai beauty ecosystem, kami memiliki kesempatan untuk melihat beauty dari berbagai sisi, mulai dari apa yang konsumen cari, pilih, review, hingga bagaimana sebuah produk berkembang dan mendapatkan perhatian di tengah perubahan tren,” ujar Chrisanti.

Menurut dia, pengakuan terhadap suatu produk melalui Sociolla Awards bukan semata-mata mengenai popularitas. Sociolla mencoba melihat relevansi produk tersebut dalam kehidupan konsumen melalui kombinasi berbagai sumber data.

“Kami menggabungkan real user review, strong brand performance dan SOCO Insight Factory Data & Trend untuk mendapatkan perspektif yang lebih holistik mengenai produk dan brand yang memiliki tempat dalam beauty routine konsumen,” katanya.

25 Kategori Menggambarkan Perubahan Preferensi

Sociolla 100 Hotlist 2026 mencakup 25 kategori, mulai dari Skincare, Makeup, Body Care, Hair Care, hingga Fragrance. Keragaman kategori tersebut mencerminkan semakin luasnya cara konsumen Indonesia mengeksplorasi produk kecantikan.

Data internal Sociolla menunjukkan adanya pertumbuhan pembelian di sejumlah kategori sepanjang periode yang menjadi dasar pengembangan Awards tahun ini. Kategori Makeup tercatat tumbuh 44 persen, Skincare 18 persen, Body Care 10 persen, Hair Care 20 persen, sedangkan Fragrance mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 144 persen.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa perhatian konsumen terhadap produk kecantikan tidak hanya berpusat pada kategori yang selama ini menjadi bagian utama rutinitas kecantikan. Sejumlah kategori lain juga semakin mendapatkan tempat seiring munculnya kebutuhan dan tren baru.

Sociolla menggunakan dinamika tersebut sebagai salah satu pertimbangan dalam mengembangkan kategori penghargaan dari tahun ke tahun. Perubahan consumer interest, tren, serta munculnya berbagai produk dan kebutuhan baru menjadi bagian dari proses untuk membaca perkembangan ekosistem kecantikan.

Dengan demikian, Sociolla 100 Hotlist tidak ditempatkan semata-mata sebagai daftar produk yang sedang populer. Daftar tersebut menjadi tahap awal untuk melihat bagaimana berbagai produk memperoleh perhatian konsumen dan kemudian berpotensi menjadi bagian dari rutinitas kecantikan mereka.

Dari Pilihan Personal Menjadi Tren

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Olahraga
Djokovic Dukung Keputusan S...
Olahraga
NBA dan FIBA Tetap Berkomit...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.