Ubah Air Payau agar Bisa Diminum Jadi Solusi Atasi Kekeringan
Selasa, 06 Okt 2026, 16:42 WIBSEMARANG â Upaya mengolah air payau menjadi air layak konsumsi segera dilakukan Jateng. Ini terutama untuk mengatasi solusi jangka panjang atas masalah air bersih di Kabupaten Pati.
Ini akan dilakukan di Desa Triguno, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jateng.âUntuk ini, kami akan menggandeng Universitas Diponegoro Semarang," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Dia mengungkapkan ini di sela menyalurkan bantuan air bersih bersama Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Nawal Arafah Yasin di Desa Triguno, Selasa.
Dia menyatakan, persoalan yang dihadapi warga Triguno bukan sekadar kekeringan saat musim kemarau. Air tanah di wilayah tersebut juga cenderung payau, sehingga warga kesulitan mendapatkan air yang aman untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk memasak dan minum.
"Ternyata air desa ini payau, sehingga yang dibutuhkan masyarakat sebenarnya air bersih untuk minum," ujarnya. Untuk memenuhi kebutuhan warga dalam jangka pendek, sebanyak 10 truk air bersih disalurkan ke Desa Triguno. Namun, bantuan tersebut tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya solusi.
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan Pemprov Jateng akan melanjutkan program desalinasi bersama Undip di desa tersebut. Melalui teknologi itu, air payau diharapkan dapat diolah menjadi air tawar, sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.
"Kita nanti akan kerja sama melanjutkan program pemprov yaitu desalinasi dengan Undip. Kita bikin di desa ini supaya air payau itu nanti bisa diubah menjadi air minum," ujarnya.
Selain persoalan air bersih, Taj Yasin juga menyoroti potensi Bendungan Triguno yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan air di wilayah sekitar. Bendungan tersebut memiliki debit sekitar 35.000 meter kubik air.
Namun, menurut dia sejumlah saluran membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan agar air dari bendungan dapat mengalir lebih optimal ke wilayah sekitar.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menambahkan berdasarkan data terakhir, sekitar 60 desa terdampak kekeringan. Sedangkan pengiriman air bersih tidak hanya mengandalkan anggaran daerah, termasuk CSR, hingga BTT (belanja tidak terduga).
Ia menyebut, keterbatasan armada tangki juga menjadi persoalan tersendiri. Untuk mengatasinya, meminta bantuan pengusaha pemilik truk tangki serta pemerintah kabupaten lain yang memiliki armada untuk membantu distribusi air.
Pemkab Pati, lanjut dia, juga menyiapkan perluasan jaringan PDAM untuk menjangkau wilayah yang selama ini terdampak kekeringan. Saat ini, PDAM Pati memiliki sekitar 47.000 pelanggan.
Sementara itu, warga Desa Triguno, Sukawi mengatakan persoalan kekeringan di desanya sudah berlangsung sekitar lima bulan, sejak awal Mei 2026. Setiap musim kemarau, warga harus mengandalkan bantuan distribusi air bersih karena sumber air yang tersedia di sekitar permukiman tidak mampu memenuhi kebutuhan warga.
Ia menyebut, biasanya ada sekitar 40 tangki air yang dikirim untuk memenuhi kebutuhan warga. Jika bantuan tersebut tidak datang, masyarakat akan kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Persoalannya, kata Sukawi, warga tidak memiliki banyak pilihan sumber air. Embung yang berada di sekitar desa hanya menjadi tempat penampungan air. Ketika embung mengering, warga praktis semakin kesulitan mendapatkan air.
Sementara untuk mendapatkan air dari sumur, kata dia, cenderung asin sehingga penggunaannya terbatas. Air sumur masih bisa digunakan untuk mandi, tetapi tidak ideal untuk kebutuhan konsumsi.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, selama periode 5 Juni sampai 28 September 2026, total 75.463.000 liter air bersih terdistribusi ke 33 kabupaten/kota terdampak di Jawa Tengah. Total penerima manfaat sebanyak 1.557.333 KK atau 2.341.548 jiwa yang tersebar di 255 kecamatan dan 784 desa/kelurahan.
- air bersih
- bupati pati
- Ancaman Kekeringan
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Petani manfaatkan pompa air saat musim kemarau
-
Kemdiktisaintek dan Kemendes PDT Jajaki Kolaborasi Riset untuk Kembangkan Potensi Desa.
-
Bantuan Air Bersih untuk Daerah Terdampak Kekeringan
-
Lawatan Presiden Dewan ICAO ke Indonesia, Tinjau Pusat Pelatihan Penerbangan dan Layanan Navigasi Udara Nasional
-
Konser Dunia Digelar di RI, Kemenekraf Bidik Talenta Lokal Naik Kelas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.