Petugas Lab Meninggal Diduga akibat Pes Siberia, Russia Karantina Seluruh Rumah Sakit Wilayah Itu

Selasa, 06 Okt 2026, 00:00 WIB

IRKUTSK - Sejumlah rumah sakit di wilayah Irkutsk, Siberia, Russia, menerapkan langkah karantina setelah seorang pekerja Institut Penelitian Anti-Wabah Siberia dan Timur Jauh meninggal dunia dengan diagnosis yang masih belum jelas.

Perempuan bernama Darya Shipilova itu meninggal pada Jumat (2/10) malam, di sebuah rumah sakit di Shelekhov, dua hari setelah jatuh sakit. Ia diketahui bekerja di sebuah institut yang menangani penelitian terkait penyakit pes.

Ket. Foto: Staf Institut Penelitian Anti-Wabah Siberia dan Timur Jauh dilaporkan telah diisolasi di dalam kompleks institut sejak 2 Oktober. Beberapa rumah sakit di Irkutsk juga menerapkan pembatasan, termasuk larangan kunjungan dan keluar-masuk pasien. — Sumber: Istimewa

Dari The Guardian, kabar kematiannya memicu kekhawatiran setelah muncul laporan tidak terkonfirmasi bahwa Shipilova kemungkinan terinfeksi di tempat kerja akibat sebuah kecelakaan laboratorium. Namun, otoritas Rusia belum mengonfirmasi informasi tersebut.

Kepala wilayah Buryatia, Alexey Tsydenov, bahkan sempat menyebut Shipilova meninggal akibat pes dalam unggahan awalnya. Pernyataan itu kemudian diedit menjadi bahwa perempuan tersebut "mungkin" meninggal karena penyakit pes.

Sementara itu, badan pengawas kesehatan Russia, Rospotrebnadzor, menyatakan Shipilova meninggal akibat pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui. Badan tersebut juga mengatakan hasil pemeriksaan tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan pekerjaannya dan menilai situasi epidemiologis di wilayah tersebut masih stabil.

Meski belum ada diagnosis pes yang dikonfirmasi, sejumlah tindakan pencegahan telah diberlakukan.

Staf Institut Penelitian Anti-Wabah Siberia dan Timur Jauh dilaporkan telah diisolasi di dalam kompleks institut sejak 2 Oktober. Beberapa rumah sakit di Irkutsk juga menerapkan pembatasan, termasuk larangan kunjungan dan keluar-masuk pasien. Pengiriman makanan dan kebutuhan pribadi masih diperbolehkan.

Langkah serupa dilaporkan diterapkan di sejumlah rumah sakit lain, termasuk rumah sakit No. 3 dan No. 10 serta setidaknya satu rumah sakit bersalin. Pembatasan tersebut disebut berlaku selama tiga pekan.

Di Shelekhov, pekerja pabrik peleburan aluminium Irkutsk juga diwajibkan mengenakan masker sebagai tindakan pencegahan. Sejumlah acara publik di Irkutsk turut dibatalkan selama akhir pekan.

Kepala Rospotrebnadzor Anna Popova telah datang ke Irkutsk dan menghadiri rapat darurat komisi sanitasi dan anti-epidemi regional terkait dugaan kasus "infeksi yang sangat berbahaya".

Gubernur wilayah Irkutsk, Igor Kobzev, meminta masyarakat tetap tenang. Ia mengatakan seluruh kontak yang telah teridentifikasi berada dalam pengawasan medis dan sejauh ini tidak menunjukkan gejala. Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap mereka juga dinyatakan negatif.

Kekhawatiran mengenai kemungkinan pes tersebut bahkan mendapat perhatian pemerintah Amerika Serikat. Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya memantau situasi bersama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), sekaligus meminta Rusia segera memberikan informasi yang akurat dan transparan.

Pes masih menjadi penyakit endemik di sejumlah wilayah Siberia dan Timur Jauh Rusia. Bakteri penyebabnya secara alami bertahan pada populasi hewan pengerat liar dan kutu yang menjadi pembawanya.

Meski demikian, penularan kepada manusia di Russia tergolong jarang. Sebelum dugaan kasus di Irkutsk ini, kasus pes pada manusia terakhir yang tercatat di Rusia terjadi pada 2016, ketika seorang anak laki-laki berusia 10 tahun di Republik Altai terinfeksi setelah membantu menyembelih marmot.

  • wabah pes

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.