Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemarau Ancam 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk, KemenPU Kerahkan Bendungan Semantok

27 Selasa, 06 Okt 2026, 23:22 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kemarau Ancam 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk, KemenPU Kerahkan Bendungan Semantok Kemarau Ancam 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk, KemenPU Kerahkan Bendungan Semantok Doc: istimewa
Ket. Ancaman kekeringan akibat musim kemarau yang melanda Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, langsung direspons cepat Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Untuk mencegah ribuan hektare sawah gagal panen, Kementerian PU mengoptimalkan Bendungan Semantok sebagai sumber suplesi air

NGANJUK -Ancaman kekeringan akibat musim kemarau yang melanda Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, langsung direspons cepat Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Untuk mencegah ribuan hektare sawah gagal panen, Kementerian PU mengoptimalkan Bendungan Semantok sebagai sumber suplesi air.

Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Kementerian PU menggelontorkan tambahan debit air sebesar 1,5 m³ per detik ke Daerah Irigasi (D.I.) Waduk Bening. Pasokan tambahan ini krusial untuk menjaga 8.845 hektare lahan pertanian, khususnya di Kecamatan Rejoso dan sekitarnya yang mulai terdampak penurunan debit air.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, optimalisasi bendungan adalah langkah wajib agar infrastruktur yang telah dibangun memberikan manfaat maksimal saat masyarakat menghadapi tekanan iklim.

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Menteri Dody, Selasa (6/10).

Skema suplesi dilakukan dengan menyuntikkan pasokan dari sumber air yang masih tersedia ke sistem irigasi yang defisit. Dalam situasi ini, Bendungan Semantok yang memiliki kapasitas tampungan raksasa 32 juta m³ dengan luas genangan 365 hektare menjadi tumpuan.

Bendungan yang sebelumnya telah mengairi 1.906 hektare lahan ini didukung jaringan irigasi sepanjang 25,92 km saluran primer dan 78,20 km saluran sekunder yang terintegrasi dengan sistem D.I. Bening, D.I. Ngomben, dan Rejoso.

Tak hanya untuk pertanian, Bendungan Semantok juga multifungsi. Infrastruktur ini diproyeksikan menyediakan air baku sebesar 312 liter per detik untuk warga di Kecamatan Rejoso, Lengkong, dan Gondang, serta mampu mereduksi debit banjir hingga 137 m³ per detik di hilir Sungai Semantok.

Langkah ini membuktikan bahwa bendungan tidak hanya dibangun untuk kondisi normal, tetapi menjadi instrumen vital pertahanan pangan saat musim kemarau ekstrem melanda.

"Melalui pengelolaan sumber daya air yang adaptif dan terintegrasi, kami pastikan pasokan air tetap tersedia bagi lahan pertanian. Ini adalah komitmen kami untuk memperkuat keandalan irigasi dan menjaga ketahanan pangan di Nganjuk," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Nasional
Kemenhub Perkuat Keselamata...
Advertisement
Kabar Gembira, Harga Tiket Pesawat Natal-Tahun Baru Turun hingga 13 Persen

Kabar Gembira, Harga Tiket Pesawat Natal-Tahun Baru Turun hingga 13 Persen

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.