Jelang Musim Hujan, BPBD Banjarnegara Ingatkan Warga Waspadai Rekahan Tanah.

Selasa, 06 Okt 2026, 11:51 WIB

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, memperkuat mitigasi tanah longsor menjelang musim hujan dengan meminta masyarakat mewaspadai rekahan tanah akibat kemarau panjang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara Aji Piluroso di Banjarnegara, Selasa, mengatakan kondisi tanah yang kering akibat panjangnya musim kemarau berpotensi menimbulkan rekahan yang dapat meningkatkan risiko longsor ketika hujan mulai turun. 

Ket. Foto: Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara Aji Piluroso. — Sumber: Antara Foto

"Pada prinsipnya kami selalu mengingatkan masyarakat melalui pemerintah desa dan sebagainya. Dalam masa transisi ini tetap harus mewaspadai lamanya musim kemarau," katanya.

Menurut dia, masyarakat perlu melakukan identifikasi sejak dini terhadap titik-titik yang berpotensi mengalami pergerakan tanah sehingga upaya mitigasi dapat dilakukan sebelum bencana terjadi. 

Ia mengatakan sekitar 80 persen wilayah Banjarnegara merupakan daerah rawan tanah longsor dan pergerakan tanah kategori tinggi atau zona merah, termasuk bencana lainnya seperti gempa bumi dan gas beracun.

Menurut dia, sejumlah wilayah di bagian utara Banjarnegara menjadi perhatian karena memiliki potensi longsor lebih tinggi.

“Wilayah tersebut antara lain Kecamatan Batur, Kalibening, Karangkobar, Pagentan dan beberapa kecamatan lainnya,” katanya.  

Selain mengantisipasi longsor, dia juga mengingatkan masyarakat membersihkan sungai dan saluran air atau selokan dari material yang dapat menghambat aliran air untuk mengurangi risiko banjir saat hujan deras.

Ia mengatakan BPBD bersama sejumlah pihak juga menyiapkan penanaman pohon dengan jenis tanaman yang dinilai dapat membantu mengembalikan fungsi ekosistem sekaligus memperkuat mitigasi bencana.

Berdasarkan prediksi BMKG, kata dia, musim hujan di Banjarnegara diperkirakan datang lebih lambat dan mulai merata pada Desember 2026, sedangkan puncak musim hujan diprakirakan terjadi pada Januari-Februari 2027.

"Oktober ini memang sudah ada beberapa wilayah yang hujan, terutama di wilayah utara," katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan BPBD Banjarnegara masih melakukan distribusi bantuan air bersih karena dampak kekeringan belum sepenuhnya berakhir.

Hingga saat ini, kata dia, distribusi bantuan air bersih telah mencapai sekitar 11 juta liter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Menurut dia, layanan air bersih telah menjangkau sekitar 72 desa di 15 kecamatan dengan lebih dari 200 titik distribusi.

Pihaknya juga memanfaatkan sejumlah sumber air untuk mendukung distribusi bantuan air bersih.

"Kami berharap hujan segera merata sehingga kekurangan air bersih yang masih terjadi di Banjarnegara bisa segera berkurang," kata Aji. 

  • BPBD Banjarnegara mitigasi tanah longsor

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.