Dinas Pertanian Manokwari: Pencetakan Sawah Rakyat di Manokwari Terealisasi 400 Hektare

Selasa, 06 Okt 2026, 13:05 WIB

MANOKWARI – Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (PTPHP) Kabupaten Manokwari, Papua Barat menyebut bahwa realisasi program pencetakan sawah rakyat tahun 2026 mencapai sekitar 400 hektare dari target seluas 1.300 hektare.

Pelaksana tugas Kepala Dinas PTPHP Manokwari, Sergion Raharwarin, di Manokwari, Selasa (06/10),mengatakan ada sejumlah permasalahan yang menghambat pencapaian target pencetakan sawah rakyat, antara lain penolakan dari pemilik hak ulayat.

Ket. Foto: Pelaksana tugas Kepala Dinas PTPHP Kabupaten Manokwari Sergion Raharwarin memberikan keterangan terkait program cetak sawah rakyat saat ditemui awak media usai apel bersama di Kantor Bupati Manokwari, Papua Barat, Selasa (6/10/2026). — Sumber: ANTARA

“Pemerintah daerah sudah berusaha maksimal menyosialisasikan kepada masyarakat adat, tapi penolakan masih ada. Itulah kendala terbesar yang kami hadapi,” ujar Sergion.

Selain itu, kata dia, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak ketiga selaku pemenang tender pelaksana program pencetakan sawah rakyat agar segera menambah alat berat untuk memperluas cakupan pembukaan lahan.

Pencetakan saat ini berfokus pada pertanian modern berbasis atau advance agriculture system yang mengintegrasikan survei digital, mekanisasi skala besar, dan pemanfaatan teknologi guna mempercepat pembukaan hingga pengelolaan lahan baku sawah.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak ketiga supaya mereka turunkan alat berat, sembari kami juga gencarkan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat adat,” ucap Sergion.

Dia menyebut bahwa pemerintah daerah menargetkan produksi padi mencapai 10 ton gabah kering giling (GKG) untuk setiap hektare lahan sawah rakyat yang sudah dikonstruksikan dan dimanfaatkan guna mendukung swasembada pangan.

Pemerintah daerah kemudian membentuk dua kelompok Brigade Pangan dengan jumlah anggota setiap kelompok kurang lebih 15 orang petani yang didominasi generasi muda untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan sawah rakyat.

“Kami sudah bentuk dua kelompok Brigade Pangan yang disesuaikan dengan realisasi saat ini. Artinya, satu kelompok mengelola lahan seluas 200 hektare,” kata Sergion.

Menurut dia lokasi pencetakan sawah rakyat yang tersebar di Distrik Prafi, Masni, dan Sidey dapat dioptimalkan sesuai target apabila adanya dukungan dari masyarakat lokal, serta percepatan mobilisasi peralatan pembukaan lahan.

Pemerintah daerah juga sementara melakukan pembaharuan terhadap sejumlah varietas benih unggulan yang disiapkan untuk penanaman di lokasi pencetakan sawah baru, sehingga produksi padi dapat mendukung swasembada pangan.

“Makanya kami terus komunikasi dengan pihak ketiga supaya perbanyak alat berat, karena buka lahan baru kalau tidak didukung dengan peralatan, prosesnya makan waktu lama,” ujarnya.

  • Program Sawah Rakyat
  • Dinas Pertanian Manokwari

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.