- Home
-
- Luar Negeri
-
- AI GPT-6 Astra Berhasil Pe...
AI GPT-6 Astra Berhasil Pecahkan Sandi Militer Jerman Berusia 108 Tahun dari Perang Dunia II
Selasa, 06 Okt 2026, 00:08 WIBSAN FRANCISCO - Sebuah sandi militer Jerman dari era Perang Dunia I yang selama lebih dari satu abad belum berhasil dipecahkan akhirnya berhasil didekripsi dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).
Dari Popular Mechanics, pesan rahasia tersebut dikirim para pejabat militer Jerman pada 1918, menjelang berakhirnya Perang Dunia I. Isinya berkaitan dengan pergerakan kapal penjelajah Inggris HMS Canterbury menuju Sevastopol serta kedatangan skuadron Sekutu yang diperkirakan akan melakukan serangan di sekitar Semenanjung Krimea.
Sandi tersebut berhasil dipecahkan menggunakan GPT-6 Astra milik OpenAI, dengan bantuan pengembang perangkat lunak Prinz.
Dalam prosesnya, AI diberikan kata kunci yang digunakan pihak Jerman, yakni "TRUPPENVERSCHIEBUNG", yang berarti penempatan kembali atau pemindahan pasukan.
Sandi yang digunakan adalah ADFGVX, salah satu sistem enkripsi yang dipakai militer Jerman selama Perang Dunia I. Nama sandi tersebut berasal dari enam huruf yang digunakan sebagai koordinat dalam proses pengkodean.
Metode ADFGVX bekerja dengan menyusun huruf dan angka dalam sebuah tabel. Setiap karakter dalam pesan kemudian diubah menjadi kombinasi dua huruf dari A, D, F, G, V, dan X berdasarkan posisi karakter tersebut di dalam tabel.
Hasil enkripsi membuat pesan tampak seperti rangkaian huruf yang tidak memiliki makna bagi pihak yang tidak mengetahui sistem dan kuncinya.
Dalam kasus pesan Jerman tersebut, Astra berhasil merekonstruksi pola jaringan surat rahasia yang digunakan untuk mengirimkan pesan dan menghasilkan teks yang dapat dibaca.
Menariknya, hasil dekripsi AI ternyata sesuai dengan catatan sejarah mengenai pergerakan HMS Canterbury. Catatan sejarah kapal tersebut menunjukkan bahwa kapal Inggris itu memang bergerak menuju Sevastopol dari Konstantinopel.
Keberhasilan ini menunjukkan potensi AI untuk membantu memecahkan dokumen-dokumen terenkripsi dari masa lalu yang selama puluhan atau bahkan ratusan tahun tidak berhasil diuraikan.
Kasus tersebut juga memperlihatkan bahwa AI tidak hanya dapat digunakan untuk membuat atau menganalisis informasi baru, tetapi juga untuk membuka kembali arsip sejarah yang selama ini terkunci oleh sistem enkripsi yang rumit.
- Artificial Intelligence (AI)
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.