Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ubah Pendekatan Ekonomi Kreatif, Jangan Sekadar Membina Menuju Industri Ekspor Jasa

📅 Senin, 05 Okt 2026, 21:11 WIB | Oleh:
Ubah Pendekatan Ekonomi Kreatif, Jangan Sekadar Membina Menuju Industri Ekspor Jasa Doc: ANTARA/Ika Maryani
Ket. Penyedia jasa rakit gundam menyelesaikan pesanan saat berlangsung Festival Pop Culture Society di Blok M Hub, Jakarta.

JAKARTA - Pengamat ekonomi Ronny P Sasmita mengatakan pemerintah perlu mengubah pendekatan pengembangan ekonomi kreatif dari sekadar membina pelaku kreatif menjadi membangun industri ekspor jasa kreatif agar subsektor tersebut mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.

Ia mengatakan pengembangan industri ekspor jasa kreatif perlu ditopang intervensi pemerintah yang mencakup peningkatan kualitas talenta, akses pembiayaan, perlindungan kekayaan intelektual (IP), pembukaan akses pasar global, serta pembangunan ekosistem kreatif yang terhubung dengan pasar internasional.

"Pemerintah menurut saya perlu mengubah pendekatan dari membina pelaku kreatif menjadi membangun creative export industry," kata Ronny kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/10).

Menurut dia, intervensi dari segi peningkatan kapasitas talenta tidak cukup hanya berfokus pada keterampilan kreatif, tetapi juga perlu mencakup kemampuan artificial intelligence (AI), bahasa, bisnis, pemasaran global, intellectual property, hingga manajemen proyek internasional.

Selain itu, pemerintah juga perlu menyediakan akses pembiayaan dengan mempertimbangkan karakteristik aset ekonomi kreatif yang tidak selalu berbentuk aset fisik.

"Pemerintah perlu membangun skema pembiayaan ke depan perlu memperhitungkan nilai IP, kontrak ekspor, dan future revenue, bukan hanya aset fisik sebagai agunan," kata Ronny.

Di sisi lain, perlindungan dan komersialisasi IP juga menjadi bagian penting agar karya kreatif tidak berhenti sebagai produk sekali jual.

Ia mengatakan kreator harus dibantu mengubah karya menjadi aset ekonomi yang bisa dilisensikan, diwaralabakan dan diekspor berulang.

Lebih lanjut mengenai akses pasar, Ronny juga mendorong pemerintah lebih agresif membuka peluang pasar melalui kantor perdagangan, perwakilan diplomatik Indonesia, business matching, festival internasional, hingga platform digital global.

Menurut dia, diplomasi ekonomi perlu turut memasarkan IP dan talenta Indonesia, bukan hanya produk barang.

"Diplomasi ekonomi harus ikut menjual IP dan talenta Indonesia, bukan hanya produk barang," katanya.

Penguatan ekosistem kreatif di berbagai daerah yang terhubung dengan pasar global juga diperlukan agar potensi ekonomi kreatif tidak hanya berkembang di pusat-pusat industri.

Ronny mengatakan pemerintah sebenarnya telah mengarahkan kebijakan ekonomi kreatif pada penguatan data, talenta, infrastruktur, IP, pembiayaan, pemasaran, dan diplomasi ekonomi kreatif.

Tantangannya, kata dia, adalah memastikan berbagai kebijakan tersebut saling terhubung sehingga membentuk rantai nilai ekspor yang mampu meningkatkan nilai tambah bagi pelaku kreatif dan perekonomian nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Nasional
KPK Periksa Kakak Ridwan Ka...
Advertisement
Babak Pertama Final FIFA Asean Cup 2026: Indonesia Ditahan Imbang Thailand 0-0

Babak Pertama Final FIFA Asean Cup 2026: Indonesia Ditahan Imbang Thailand 0-0

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.