'Sports Tourism' Jadi Penggerak dan Investasi Menjanjikan bagi Ekonomi Nasional
📅 Minggu, 04 Okt 2026, 17:49 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa wisata olahraga di Indonesia memiliki potensi yang menjanjikan untuk dikembangkan.
"Peluang ini terasa semakin dekat bagi Indonesia karena gaya hidup masyarakat kita sudah bergerak ke arah yang sama," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (4/10).
Dalam peluncuran "Buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata sekaligus memulai penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga Nasional" di Gedung Bappenas, Rabu (30/9), Widiyanti mengatakan olahraga merupakan salah satu tema dari pariwisata yang sangat potensial untuk terus dikembangkan.
Secara global, olahraga telah terbukti menjadi magnet pariwisata yang sangat efektif.
Mengutip survei Expedia, Widiyanti menyebutkan 44 persen wisatawan rela bepergian ke luar negeri untuk hiburan olahraga yang mereka inginkan dengan rata-rata pengeluaran mencapai 1.500 dollar AS. Angka ini bahkan melebihi rata-rata pengeluaran wisatawan ke Indonesia saat ini.
Data dari UN Tourism juga mencatat bahwa wisata olahraga berkontribusi 10 persen terhadap total belanja wisatawan global dan akan terus bertumbuh sebesar 17,5 persen hingga 2030.
Widiyanti menilai Indonesia dengan kekayaan alam dan infrastruktur pendukung, memiliki potensi yang besar dalam pengembangan wisata berbasis olahraga.
Berbagai event berstandar internasional telah mencatatkan kesuksesan dalam penyelenggaraanya di Indonesia.
Salah satunya MotoGP Mandalika di tahun 2025 memberikan dampak ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp2,7 hingga 4,7 triliun.
Selain itu juga ada HYROX Jakarta yang diselenggarakan pada 27 sampai 28 Juni 2026 dengan jumlah peserta mencapai 11.500, menjadikannya sebagai event Hyrox dengan jumlah peserta terbesar di Asia Pasifik, di mana 15 persen di antaranya berkewarganegaraan asing.
Indonesia juga memiliki banyak event olahraga dengan intellectual property seperti Jakarta International Marathon, serta berbagai event-event yang menjadi pengungkit destinasi pariwisata Indonesia seperti rangkaian Geopark Run.
Meski demikian, ia menyoroti pengembangan wisata olahraga memiliki sejumlah tantangan seperti pemerataan, di mana event olahraga harus dapat menyebar dan tumbuh di setiap daerah, tidak hanya terkonsentrasi di sebagian destinasi unggulan.
Tantangan berikutnya yakni konsentrasi kunjungan pada musim puncak penyelenggaraan event kadang menimbulkan tekanan berlebih terhadap kapasitas destinasi, mulai dari ketersediaan akomodasi hingga infrastruktur pendukung lainnya dan keberlanjutan kunjungan di luar masa penyelenggaraan event.
Ia juga menyoroti soal standardisasi layanan, profesionalisme penyelenggara, dan pengelolaan risiko yang baik sebagai prasyarat mutlak bagi event berkelas dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!