Seribu Pembatik Ramaikan Malioboro, Batik Didorong Dekat dengan Generasi Muda
📅 Minggu, 04 Okt 2026, 20:40 WIB | Oleh: Eko SKarena itu, masyarakat didorong untuk menggunakan batik asli Indonesia sekaligus ikut menjaga keberlangsungan pelaku usaha yang bergerak di bidang tersebut.
“Pelestarian batik membutuhkan gerakan bersama,” katanya.
Emi menilai generasi muda mempunyai peran penting dalam menentukan keberlanjutan batik Indonesia. Ia pun mengajak para peserta muda dalam Simfoni 1001 Pembatik tidak berhenti pada mengikuti kegiatan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap batik.
“Tolong cintai batik asli Indonesia. Karena kalau tidak, maka budaya ini tidak akan ada yang melestarikan,” tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pesan tersebut mendapat respons dari pelajar yang mengikuti kegiatan. Sarah (17), pelajar SMP Muhammadiyah Kasihan, mengatakan Simfoni 1001 Pembatik memberinya pengalaman baru untuk mengenal budaya lokal melalui praktik secara langsung.
Ia menilai proses membatik, khususnya batik tulis, membutuhkan ketelitian karena setiap goresan harus mengikuti pola agar malam tidak keluar dari batas.
“Kita harus lestarikan budaya batik seperti ini karena menginspirasi dari zaman-zaman lampau. Terutama dalam membatik tulis membutuhkan ketelitian. Kita melukis batik pelan-pelan agar tidak meluber keluar dari pola. Tetapi membatik ternyata kegiatan yang sangat seru,”pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!