Pasar Umrah Indonesia Terus Berkembang, Jannah Firdaus Perkuat Layanan dan Fasilitas
📅 Minggu, 04 Okt 2026, 11:59 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Industri perjalanan ibadah haji dan umrah di Indonesia dinilai memiliki prospek bisnis yang menjanjikan seiring besarnya jumlah penduduk Muslim dan tingginya minat masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci. Kondisi ini mendorong penyelenggara perjalanan ibadah untuk memperkuat layanan, meningkatkan kapasitas operasional, dan menghadirkan inovasi guna mempertahankan kepercayaan jemaah.
Salah satu pelaku usaha di sektor tersebut adalah Jannah Firdaus (JF), biro perjalanan haji dan umrah yang telah beroperasi selama 23 tahun. Perusahaan ini menargetkan dapat memberangkatkan sekitar 30.000 jemaah umrah dan haji plus hingga akhir 2026.
Untuk memperkuat hubungan dengan jemaah sekaligus memperingati hari jadinya yang ke-23, Jannah Firdaus menyelenggarakan kegiatan manasik bersama sekitar 1.000 jemaah pada 3 Oktober 2026. Acara tersebut mengusung tema “23 Tahun Penuh Makna Bersama Jannah Firdaus Melangkah Menuju Baitullah”.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh, antara lain penceramah nasional Syech Muhammad Jaber, CEO Jannah Firdaus Wael Ahmed, Direktur Jannah Firdaus Rahmat Syam, serta Brand Ambassador Jannah Firdaus, Ustadz Daeng Syawal. Para jemaah yang hadir berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
CEO Jannah Firdaus Wael Ahmed mengatakan, kegiatan manasik bersama menjadi salah satu agenda rutin perusahaan untuk mempersiapkan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dalam setahun, perusahaan menyelenggarakan kegiatan serupa sekitar dua hingga tiga kali.
Menurut Wael, manasik tidak hanya menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan ibadah, tetapi juga kesempatan bagi jemaah untuk memahami rangkaian ritual haji dan umrah sebelum menjalankannya secara langsung.
Ia mengatakan, keberlangsungan perusahaan selama lebih dari dua dekade tidak terlepas dari upaya menjaga kepercayaan jemaah melalui konsistensi pelayanan dan komitmen terhadap keberangkatan.
“Alhamdulillah, selama ini kami terus menjaga komitmen keberangkatan jemaah. Kepercayaan jemaah adalah amanah yang harus kami jaga dengan pelayanan terbaik,” ujar Wael.
Potensi Pasar Haji dan Umrah
Besarnya pasar perjalanan ibadah di Indonesia tercermin dari jumlah jemaah haji dan umrah dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data yang dikutip perusahaan dari Kementerian Agama, kuota haji Indonesia pada 2024 mencapai 241.000 jemaah, meningkat dibandingkan dengan 203.320 jemaah pada 2023.
Sementara itu, jumlah jemaah umrah Indonesia pada 2024 disebut mencapai sekitar 1,467 juta orang, naik dari 1,37 juta pada 2023 dan 1,01 juta pada 2022.
Besarnya jumlah tersebut membuka peluang bagi penyelenggara perjalanan ibadah untuk mengembangkan bisnis. Namun, peluang itu juga diikuti kebutuhan untuk menjaga mutu pelayanan, transparansi informasi, kesiapan operasional, serta kepastian keberangkatan.
Bagi perusahaan perjalanan haji dan umrah, kepercayaan menjadi salah satu faktor penting karena layanan yang diberikan berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah dan pengelolaan dana jemaah.
Jannah Firdaus menyatakan telah terdaftar sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia. Perusahaan tersebut juga menyebut telah memiliki sertifikasi ISO 9001:2015 sebagai bagian dari penerapan sistem manajemen mutu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!