Lahan Sempit Disulap Jadi Sumber Pangan lewat Lumbung Mataraman
📅 Minggu, 04 Okt 2026, 21:15 WIB | Oleh: Eko SMenurutnya, pekarangan rumah maupun lahan kelompok tani dapat berperan dalam menyediakan pangan apabila dikelola berdasarkan keunggulan dan karakteristik wilayah masing-masing.
“Tidak semua tempat harus menanam komoditas yang sama, tidak semua kelompok harus menggunakan pola yang sama. Justru kekuatan Lumbung Mataraman terletak pada kemampuannya membaca potensi lokal, kemudian mengembangkannya menjadi sumber pangan dan kesejahteraan,” ungkap Noviar.
Ia menambahkan, demonstration plot (demplot) dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar bersama bagi petani dan penyuluh. Pemanfaatan teknologi pertanian juga dapat dipadukan dengan kearifan lokal untuk menguji pola budidaya, pengelolaan air, pemupukan, serta integrasi tanaman, ternak, dan perikanan.
“Lumbung Mataraman harus menjadi gerakan yang hidup—hidup di pekarangan keluarga, di kelompok tani, dan dalam pengetahuan masyarakat bahwa tanah yang dikelola dengan ketekunan serta kebersamaan akan selalu memberi kehidupan,” tegasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!