Kunjungan IGD Meningkat, Pemkot Bogor Siagakan Enam Puskesmas

Minggu, 04 Okt 2026, 22:47 WIB

Kota Bogor - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, menyiagakan enam puskesmas dengan layanan unit gawat darurat (UGD) 24 jam menyusul peningkatan kunjungan pasien ke instalasi gawat darurat (IGD) sejumlah rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Erna Nuraena di Bogor, Minggu, mengatakan kunjungan pasien ke sejumlah IGD rumah sakit meningkat sekitar tujuh persen hingga akhir September 2026.

Ket. Foto: Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin meninjau IGD RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/10/2026). — Sumber: Antara

“Banyak juga pasien yang datang ke UGD statusnya false emergency. Pemerintah Kota Bogor menyiapkan enam puskesmas dengan layanan UGD 24 jam. Untuk kasus yang tidak gawat darurat, masyarakat bisa ke puskesmas UGD dulu,” kata dia.

Ia menyebutkan 57 persen pasien yang mengakses layanan IGD berasal dari Kota Bogor, sedangkan 43 persen lainnya berasal dari luar Kota Bogor.

Menurut dia, kasus yang banyak ditangani adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gangguan pencernaan. Selain itu, kasus campak dan demam berdarah dengue (DBD) juga mengalami peningkatan.

Ia menjelaskan masyarakat dengan kondisi yang tidak termasuk kegawatdaruratan dapat terlebih dahulu mendatangi enam puskesmas yang menyediakan layanan UGD selama 24 jam.

Jika berdasarkan pemeriksaan pasien membutuhkan rawat inap, petugas puskesmas akan mencarikan tempat di rumah sakit dan melakukan rujukan menggunakan ambulans.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat meninjau IGD RSUD Kota Bogor menyebut kunjungan pasien mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir.

“Rata-rata per hari sekitar 300 pasien kemarin dan 99 persen pasien BPJS. Yang kedua, RSUD Kota Bogor menjadi rujukan rumah sakit di sekitaran Bogor Raya,” katanya.

Ia mengatakan pasien yang mendapatkan pelayanan di RSUD Kota Bogor tidak hanya berasal dari Kota Bogor, tetapi juga pasien rujukan dari sejumlah daerah di Bogor Raya.

Ia menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien yang membutuhkan penanganan medis meski kapasitas tempat tidur sedang terbatas.

“Selama masih ditangani meskipun belum mendapatkan tempat tidur di IGD, masih bisa menunggu,” ujarnya.

RSUD Kota Bogor memiliki 503 tempat tidur, 214 tempat di antaranya disediakan untuk pasien BPJS Kelas III.

Pemkot Bogor juga menyediakan layanan PSC 119 yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk pelayanan kegawatdaruratan, termasuk ambulans beserta tenaga kesehatan.

Erna mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyakit di tengah meningkatnya kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.