AS, Tiongkok, dan Russia Berlomba Membangun Reaktor Nuklir di Bulan
📅 Minggu, 04 Okt 2026, 22:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPara ahli juga mengingatkan bahwa pembangunan reaktor nuklir di lingkungan Bulan memiliki tantangan teknis yang tidak kecil. Sistem harus mampu dikirim melalui perjalanan luar angkasa, mendarat dengan aman, beroperasi dalam kondisi ekstrem, dan bekerja dalam jangka panjang tanpa fasilitas pemeliharaan seperti yang tersedia di Bumi.
Selain itu, pengembangan yang terlalu cepat juga memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan dan pengelolaan limbah radioaktif.
Meski demikian, Amerika Serikat tetap mendorong proyek tersebut sebagai bagian dari strategi eksplorasi Bulan dan Mars. NASA menyebut pembangkit nuklir sebagai salah satu teknologi kunci untuk mempertahankan keberadaan manusia dalam jangka panjang di luar Bumi.
Dengan target AS sekitar 2030 dan rencana China-Rusia pada pertengahan 2030-an, Bulan kini tidak hanya menjadi tujuan eksplorasi ilmiah, tetapi juga arena persaingan teknologi dan infrastruktur antariksa antara sejumlah kekuatan besar dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!