Sempat Tertekan, Djokovic Hadapi Bu Yunchaokete
Jumat, 02 Okt 2026, 06:22 WIBBEIJING - Petenis Serbia Novak Djokovic belum kehilangan kesempurnaannya di Beijing. Namun, kemenangan atas Nuno Borges pada babak pertama China Open, Kamis (1/10) harus diraih dengan perjuangan keras. Setelah melewati duel sengit 6-3, 7-6 (7-2), Djokovic kini menghadapi tantangan petenis tuan rumah, Bu Yunchaokete, di babak kedua.
Djokovic dipaksa mengeluarkan pengalaman dan ketenangannya ketika kondisi fisiknya mulai menurun pada set kedua. Petenis Serbia berusia 39 tahun itu bahkan membutuhkan medical timeout untuk mendapat perawatan pada bahu kanannya. Meski demikian, Djokovic mampu bertahan hingga tie-break sebelum memastikan kemenangan dalam waktu satu jam 50 menit.
Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Djokovic di sebuah turnamen sejak Wimbledon, Juli lalu. Lebih istimewa lagi, kemenangan itu memperpanjang rekor sempurnanya di Beijing. Djokovic kini telah memenangi seluruh 30 pertandingan yang dimainkannya di ibu kota Tiongkok tersebut.
Menghadapi Bu Yunchaokete, Djokovic kembali akan tampil di hadapan publik yang selama ini memberinya dukungan besar. Bu, petenis Tiongkok yang memperoleh wildcard, akan menjadi lawan Djokovic berikutnya. Sejak awal pertandingan melawan Borges, Djokovic mendapat sambutan meriah dari penonton.
Ia membuka laga dengan ace dan kemudian menghadapi tekanan ketika dua double fault membuatnya harus menyelamatkan dua break point. Pengalaman berbicara. Djokovic berhasil keluar dari situasi sulit tersebut dan merebut set pertama 6-3.
Namun, persoalan fisik mulai terlihat pada set kedua. Djokovic kesulitan mengumpulkan poin dan beberapa kali menggunakan raket untuk meregangkan punggungnya di sela-sela gim. Kondisinya semakin mengkhawatirkan ketika ia harus menjalani medical timeout dan mendapat perawatan pada bahu kanan.
Borges mencoba memanfaatkan situasi tersebut. Petenis Portugal peringkat ke-49 dunia itu terus memberikan tekanan dan membawa set kedua menuju tie-break. Tetapi Djokovic menunjukkan mengapa pengalaman menjadi salah satu senjata terbesarnya.
Dia bermain lebih tenang pada poin-poin penting dan melesat hingga unggul 7-2. Djokovic kemudian mengakhiri pertandingan ketika pengembalian Borges menyangkut di net. Kemenangan ini sekaligus menjaga catatan impresif Djokovic di Beijing. Ia telah enam kali menjadi juara China Open dan kini kembali memburu gelar setelah absen cukup lama dari turnamen tersebut.
Penampilan tahun ini merupakan yang pertama baginya di Beijing sejak 2015. Di pertandingan lain, unggulan kedua Felix Auger-Aliassime justru harus tersingkir lebih awal. Petenis Kanada itu dikalahkan Karen Khachanov 3-6, 3-6. ben/AFP/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Uji Coba Pengawasan ETLE, Tercatat Lebih dari 140 Ribu Pelanggaran Kendaraan Angkutan Barang
-
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen
-
Jaya di Sachsenring, Marquez Samai Rekor Agostini
-
Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian Serempak Turun pada Rabu Ini
-
Jakarta Sneaker Day 2026 Bukti Kebangkitan Ekonomi Kreatif Blok M
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.