Dorong Ekonomi Sirkular, Lintasarta Libatkan Pelajar dan Mahasiswa Kelola E-Waste
📅 Jumat, 02 Okt 2026, 13:52 WIB | Oleh: Haryo BronoSebagian material hasil pengelolaan e-waste juga akan diolah menjadi karya edukatif berbentuk Garuda dan Peta Indonesia. Karya tersebut menjadi simbol Unity in Action sekaligus media untuk memperkenalkan konsep ekonomi sirkular kepada masyarakat.
Founder EwasteRJ Rafa Jafar mengatakan pengelolaan e-waste perlu dilakukan sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan teknologi, bukan sekadar aktivitas mengumpulkan perangkat bekas. E-waste adalah bagian dari siklus hidup teknologi. Di dalam perangkat yang sudah tidak digunakan, masih terdapat komponen dan material yang memiliki nilai.
“Melalui kolaborasi seperti #AksiCintaBumi, kita ingin memastikan perangkat tersebut masuk ke ekosistem yang tepat—untuk digunakan kembali ketika masih memungkinkan, dipulihkan materialnya, dan dikembalikan ke dalam siklus yang produktif,” tutur Rafa.
Libatkan Mahasiswa dan Pelajar
Program #AksiCintaBumi juga melibatkan Universitas Indonesia dan SMA Labschool Cirendeu. Bersama komunitas Trash Ranger Indonesia, mahasiswa, pelajar, serta environmental creators, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengumpulkan e-waste, tetapi juga memberikan ruang edukasi mengenai siklus hidup perangkat elektronik dan ekonomi sirkular.
Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu bagian dari program untuk memperkenalkan persoalan sampah elektronik sekaligus mendorong partisipasi dalam pengelolaannya. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami bahwa penggunaan perangkat teknologi memiliki konsekuensi hingga tahap akhir masa pakainya.
Pemilahan dan penyaluran perangkat kepada pihak yang memiliki kapasitas pengelolaan menjadi salah satu langkah untuk mengurangi potensi e-waste berakhir tanpa pengolahan yang tepat.
Bagian dari Lintasarta Peduli Negeri
#AksiCintaBumi merupakan bagian dari program Lintasarta Peduli Negeri melalui Pilar Cinta Bumi. Program tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan perusahaan dalam mendorong pengelolaan perangkat elektronik secara lebih bertanggung jawab.
Melalui kolaborasi dengan EwasteRJ, institusi pendidikan, komunitas, dan masyarakat, Lintasarta menempatkan pengelolaan e-waste dalam konteks yang lebih luas, yakni memperpanjang masa manfaat perangkat dan mengembalikan material yang masih bernilai ke dalam siklus produktif.
Program yang berlangsung hingga November 2026 ini menargetkan pengumpulan 380 kilogram e-waste. Selain pengumpulan, kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai ekonomi sirkular, terutama di kalangan mahasiswa dan pelajar sebagai pengguna teknologi sekaligus bagian dari generasi yang akan menghadapi pertumbuhan penggunaan perangkat elektronik pada masa mendatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!