Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Synchronize Fest 2026 Bawa Ekosistem Musik Indonesia ke Delapan Panggung

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 18:00 WIB | Oleh:
Synchronize Fest 2026 Bawa Ekosistem Musik Indonesia ke Delapan Panggung Doc: Istimewa
Ket. Synchronize Fest 2026 tidak hanya menawarkan deretan musisi lintas genre dalam penyelenggaraan tahun ke-11. Festival yang berlangsung pada 16-18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, tersebut juga membawa konsep yang lebih luas dengan menggabungkan musik, komunitas, seni, hingga kepedulian lingkungan.

JAKARTA - Synchronize Fest 2026 tidak hanya menawarkan deretan musisi lintas genre dalam penyelenggaraan tahun ke-11. Festival yang berlangsung pada 16-18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, tersebut juga membawa konsep yang lebih luas dengan menggabungkan musik, komunitas, seni, hingga kepedulian lingkungan.

Mengusung tema "It's Not Just A Festival, It's A Movement", Synchronize Fest mencoba mempertahankan identitasnya sebagai ruang pertemuan berbagai ekosistem musik Indonesia. Konsep tersebut terlihat dari cara festival menyusun program, mulai dari special show, panggung yang dikurasi kolektif, ruang komunitas, hingga sejumlah agenda di luar pertunjukan musik.

Special show jadi ruang pertemuan lintas generasi

Salah satu bagian utama Synchronize Fest 2026 adalah special show yang mempertemukan musisi dari berbagai periode perjalanan musik Indonesia. Pertunjukan tersebut tidak hanya mengandalkan faktor nostalgia, tetapi juga menghadirkan kolaborasi baru yang menghubungkan musisi lintas generasi.

Geisha menjadi salah satu nama yang membawa konsep tersebut melalui Geisha A Retrospective Journey. Momo akan kembali bertemu dengan Roby, Aan, Dhan, dan Nard serta tampil bersama Regina dalam satu panggung.

Pijar juga dijadwalkan kembali berkumpul setelah melalui proses panjang selama beberapa tahun. Sementara Indonesian Girl Group mempertemukan Chibi Chibi, G String, Princesstale, Super Girlies, dan 7icons bersama Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, serta Sivia dengan musik oleh Jebung.

Sejumlah pertunjukan lain juga membawa konsep perjalanan musik masing-masing. Project Pop akan merayakan 30 tahun perjalanan, Maliq & D'Essentials berkolaborasi dengan Jakarta Movin dalam Konser Musikal Senja Teduh Pelita, sedangkan Perunggu akan membawakan album Dalam Dinamika.

Delapan panggung dengan karakter berbeda

Konsep ekosistem tersebut kemudian diterjemahkan melalui delapan panggung yang memiliki karakter dan kurasi berbeda. Panggung tersebut terdiri dari Dynamic Stage, District Stage, Forest Stage, XYZ Stage, Gigs Stage, Oleng Upuk, RedWhite Jazz Lounge, dan Panggung Getarrr.

Gigs Stage untuk pertama kalinya dikurasi Krapela, ruang modular kreatif yang berbasis di Blok M, Jakarta Selatan. Kurasi tersebut menghadirkan sejumlah nama seperti Alice, Aryo Adhianto, Baur, Coldskin, Dirty Dogs Aggression, Mad Madmen, Of Wax, Passive Income, Peron, Quest*, Rantau, Remuk, hingga Sunne.

Oleng Upuk dikurasi LaMunai Records dengan menghadirkan penampil dari beragam skena musik. Di dalamnya terdapat kolaborasi Disko Tanah, Mantasticmate X Muztang, Prontaxan, Radio Rumah Oma, SingSing Berk karaoke, Walearic, hingga penampilan khusus Dipha Barus melalui Pop Samping.

Panggung Getarrr kembali dikurasi Kobra Musik yang dipimpin Dado Darmawan. Panggung tersebut membawa eksplorasi musik orkes dari berbagai daerah dengan menghadirkan antara lain OM PMR, OM New Eleng, Orkes Bagong Februari, Orkes Ndugal NDGJ, Orkes Nunung CS, Orkes Trotoar, dan Tahlilan.

Musik dari berbagai skena ikut mendapat ruang

Synchronize Fest 2026 juga memberi ruang khusus kepada kolektif yang tumbuh dari berbagai skena musik Indonesia. Program tersebut terlihat melalui Reggae Gang, ANTINRML, Emo Revival With Alone At Last, dan Timur Basudara.

Reggae Gang mempertemukan sejumlah musisi reggae dari berbagai tongkrongan, seperti Day Afternoon, Dhyo Haw, Momonon, Sejedewe, Uncle Djink & Fahmi Aziz, serta Varid Putra Mbah Surip. Sementara ANTINRML membawa nama-nama dari generasi hipdut seperti Jemsii, Naykilla, Tenxi, Suisei, Ryo, Josua Natanael, dan sejumlah musisi lainnya.

Skena emo era 2000-an juga mendapat ruang melalui Emo Revival With Alone At Last, Friends Of Mine, Killed By Butterfly, Killing Me Inside Re:Union, Side-B, hingga The Side Project. Dari Indonesia Timur, Timur Basudara mempertemukan Anadok, Bringin Home, DJ Desa, Ecko Show, Fahmy Fay, Faris Adam, Jacson Zeran, Silet Open Up, Toton Caribo, dan Vendetta Rap.

Di luar nama-nama tersebut, panggung Synchronize Fest tetap diisi musisi lintas genre dan generasi. Afgan, Efek Rumah Kaca, For Revenge, Monkey To Millionaire, Potret, Rumahsakit, Sal Priadi, The Changcuters, The Jansen, The Panturas, The Upstairs, Bernadya, Hindia, .Feast, Souljah, Wali, hingga Vierratale termasuk di antara penampil yang akan hadir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Tren Olahraga Berbasis Komunitas Diperkuat

22 menit yang lalu | Haryo Brono

Olahraga
Tren Olahraga Berbasis Komu...
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Stabil di Peringkat ke-13 Walau Tambah Emas dari Panahan

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Stabil di Peringkat ke-13 Walau Tambah Emas dari Panahan

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.