Rencana TransJakarta Kelola Transportasi Kepulauan Seribu, Bunda Neneng Minta Nasib Nakhoda Kapal Tradisional Diperhatikan
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 18:13 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-Pemkab Kep Seribu
JAKARTA - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Neneng Hasanah meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta turut memperhatikan nasib kapal-kapal tradisional apabila rencana Transjakarta mengelola layanan transportasi menuju Kepulauan Seribu direalisasikan.
“Cuma ingin mengingatkan saja terkait dengan transportasi, khususnya yang di Kepulauan Seribu. Jangan sampai Perda (peraturan daerah) ini mematikan kegiatan yang sudah dilakukan oleh masyarakat Pulau Seribu, yaitu transportasi tradisional atau kapal tradisional yang mengangkut pariwisata dan masyarakat Kepulauan Seribu,” kata Neneng dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (1/10).
Dia pun meminta agar keberadaan kapal tradisional dimasukkan ke dalam regulasi yang nantinya menjadi dasar penyelenggaraan transportasi laut menuju Kepulauan Seribu.
Menurut Neneng, kapal-kapal tradisional yang sudah beroperasi selama bertahun-tahun tetap perlu diberi ruang untuk menjalankan kegiatannya.
Dia pun berharap kebijakan baru tersebut tidak menghilangkan mata pencarian masyarakat yang selama ini bergantung pada layanan kapal tradisional.
“Sehingga dengan adanya ini nanti, saya mohon aturannya, Perda-nya diatur bahwa kapal-kapal tradisional bisa diakomodir oleh perda-perda yang akan dilakukan oleh Transjakarta ini,” ujar Neneng.
Di sisi lain, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta M Taufik Zoelkifli (MTZ) menyoroti terkait rencana Transjakarta mengelola transportasi ke Pulau Seribu.
Dia menginginkan agar rencana tersebut dibarengi dengan pengembangan ekonomi masyarakat Kepulauan Seribu.
“Catatan kami untuk Transjakarta yang akan menangani transportasi Kepulauan Seribu, itu kita melihat bahwa jika tidak dibarengi atau tidak didahului dengan pengembangan ekonomi di Kepulauan Seribu, saya kira kebutuhan transportasi di Kepulauan Seribu akan kurang. Artinya, mungkin PSO-nya jadi akan berat,” ungkap MTZ.
Oleh sebab itu, MTZ meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar dapat membersamai rencana transportasi ke Pulau Seribu dengan pembangunan ekonomi di daerah kepulauan tersebut.
Rambah Transportasi Udara
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan rencana untuk memperluas bisnis PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) ke sektor transportasi laut hingga udara dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis.
Rencana itu tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Bentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Transportasi Jakarta.
"Ruang lingkup usaha PT Transportasi Jakarta juga diperluas untuk mendukung layanan transportasi yang lebih terintegrasi, mencakup layanan angkutan perairan dan udara, penyediaan dan pengelolaan sarana serta prasarana transportasi, hingga pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan sistem pendukung layanan angkutan," kata Pramono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!