Modernisasi PPN Pengambengan, KKP Gelontorkan Rp1,2 T dan Buka 25 Ribu Lapangan Kerja

Kamis, 01 Okt 2026, 16:43 WIB

[1/10, 16.37] erik sabini: tlg bkin jdl klikbait rlis brikut: SIARAN PERS

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

Ket. Foto: Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan resmi dimulai setelah peletakan batu pertamanya pada Selasa (29/9). Langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini dirancang untuk mentransformasi PPN Pengambengan menjadi kawasan industri perikanan modern yang terintegrasi berskala global — Sumber: istimewa

NOMOR: SP.297/SJ.5/X/2026

*

JEMBRANA - Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan resmi dimulai setelah peletakan batu pertamanya pada Selasa (29/9). Langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini dirancang untuk mentransformasi PPN Pengambengan menjadi kawasan industri perikanan modern yang terintegrasi berskala global.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa proyek terpadu senilai tidak kurang dari Rp1,2 triliun ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi signifikan, khususnya bagi masyarakat lokal melalui pembukaan lapangan kerja skala besar. Pengembangan PPN Pengambengan diproyeksikan menghasilkan multiflier effect penyerapan tenaga kerja hingga 25 ribu orang.

"Berapa besar sebetulnya serapan tenaga kerja jika ini dikembangkan dengan baik? Diprediksi kira-kira sekitar 25 ribu orang. Saya minta nanti sebaiknya memang pelaku yang bekerja di sini ya orang Bali. Harus orang Bali, supaya mereka dapat pekerjaan dengan baik, dilatih dan dididik dengan baik," ujar Menteri Trenggono dalam pidato sambutannya di acara groundbreaking ceremony di Jembrana, Bali.

Tak hanya itu, Menteri Trenggono menegaskan pentingnya membangun fasilitas perikanan yang bersih, higienis, dan modern untuk meningkatkan daya saing hasil perikanan Indonesia di pasar global. Terlebih PPN Pengambengan setelah dikembangkan, nantinya akan menjadi tempat bersandarnya kapal-kapal besar yang semula berada di Pelabuhan Benoa. Diantaranya kapal-kapal penangkapan ikan tuna.  

"Saya kepingin membangun, sekali kita membangun, betul-betul harus terintegrasi. Pembangunan ini, selain juga menjadi bagian untuk pengembangan ekonomi, harapannya ini adalah tempat yang dikombinasikan antara industri perikanan yang modern, berikut juga dikombinasi dengan pariwisata," tambahnya.

Rencana pengembangan PPN Pengambengan beserta proyeksi penyerapan tenaga kerjanya disambut hangat dan penuh optimisme oleh nelayan tradisional setempat. Bagi mereka, keberadaan pelabuhan modern beserta fasilitas pendukungnya diharapkan dapat menjadi solusi atas persoalan pengangguran musiman yang membelit nelayan selama bertahun-tahun.

Anan, salah seorang nelayan kapal selerek yang telah melaut selama 11 tahun di Pengambengan, mengungkapkan bahwa masa paceklik ikan sering kali memaksa nelayan menjadi pengangguran hingga kurun waktu yang lama atau harus beralih profesi menjadi kuli serabutan. Kehadiran PPN yang lebih berkembang menjadi angin segar bagi warga lokal untuk mendapat pekerjaan.

"Harapan saya mudah-mudahan ini menjadi satu solusi yang bagus ya. Karena nantinya pasti lapangan pekerjaan akan dibuka lebih banyak lagi," ujar Anan saat ditemui langsung. 

Ia menambahkan, keberadaan cold storage serta fasilitas perbaikan kapal dapat menjadi mata pencaharian alternatif saat tidak bisa melaut. "Jadi tidak perlu harus menganggur sekian lama ketika musim paceklik ikan, ada lapangan pekerjaan khususnya untuk penduduk lokal. Harapan saya, nelayan khususnya nelayan lokal itu bisa semakin sejahtera."

Senada dengan Anan, I Ketut Sumajaya, nelayan kapal selerek berpasangan yang telah berpengalaman melaut selama 15 tahun di Pengambengan, mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang merealisasikan proyek pengembangan pelabuhan ini.

“Ini adalah momen yang kami tunggu-tunggu sebenarnya dari tahun 2020," ungkap Sumajaya.

Sumajaya menjelaskan bahwa keterbatasan kolam labuh akibat pendangkalan membuat kapal-kapal nelayan kesulitan melakukan bongkar muat ikan secara maksimal. Dengan dimulainya pembangunan ini, ia optimistis aktivitas perikanan dan rantai distribusi hasil tangkapan akan menjadi jauh lebih efisien.

"Sebabnya kami sebagai nelayan di sini kendala-kendala ini banyak sekali di area pelabuhan ini, pelabuhan ini tidak memadai untuk kami melaksanakan kegiatan bongkar ikan. Jadi nelayan ini berharap nantinya dengan adanya pelabuhan yang modern, kami selaku nelayan gampang untuk mengakses dalam artian bongkar muat ikan, untuk mendistribusikan ikan itu ke wilayah-wilayah pabrik baik itu pengepul," jelas Sumajaya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.