Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cosmobeauté Indonesia 2026 Perluas Kolaborasi Industri Kecantikan

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 17:30 WIB | Oleh:
Cosmobeauté Indonesia 2026 Perluas Kolaborasi Industri Kecantikan Doc: Cosmobeauté
Ket. Cosmobeauté Indonesia 2026 resmi dibuka pada Kamis (1/10/2026) di Hall 5–9 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Memasuki penyelenggaraan ke-19, pameran tersebut menjadi ruang pertemuan bagi pelaku usaha, profesional, produsen, pemasok, distributor, pembeli, hingga ahli di industri kecantikan.

JAKARTA - Cosmobeauté Indonesia 2026 resmi dibuka pada Kamis (1/10/2026) di Hall 5–9 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Memasuki penyelenggaraan ke-19, pameran tersebut menjadi ruang pertemuan bagi pelaku usaha, profesional, produsen, pemasok, distributor, pembeli, hingga ahli di industri kecantikan.

Pembukaan Cosmobeauté Indonesia 2026 dilakukan oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Puspa. Ia menyoroti perkembangan industri kecantikan yang kini tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi semakin terhubung dengan sektor kebugaran, kesehatan, dan pariwisata.

"Industri kecantikan saat ini sudah berkembang semakin luas. Beauty tidak lagi hanya berbicara tentang penampilan, tetapi semakin terhubung dengan wellness."

Ni Luh Puspa mengatakan Indonesia tercatat sebagai pasar wellness terbesar di Asia Tenggara pada 2024. Menurut dia, perkembangan sektor kecantikan, wellness, dan kesehatan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

"Karena itu, penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi penguat posisi Indonesia sebagai destinasi wellness, beauty, dan kesehatan, sembari diperkuat dengan berbagai program dan kebijakan dari sisi pemerintah dan kolaborasi dengan sektor swasta."

Pada edisi tahun ini, Cosmobeauté Indonesia menghadirkan lebih dari 562 perusahaan yang membawa sekitar 1.550 brand dari 17 negara dan wilayah. Peserta tersebut berasal dari sejumlah pasar, seperti Tiongkok, Hong Kong, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Prancis, Singapura, Swiss, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Pameran ini juga menghadirkan delapan paviliun yang memperluas akses terhadap berbagai produk, teknologi, serta solusi dari pasar internasional. Kehadiran peserta dari berbagai negara sekaligus membuka peluang bagi pelaku industri lokal untuk mengenal perkembangan dan kebutuhan pasar kecantikan global.

Selain pameran produk, Cosmobeauté Indonesia 2026 menghadirkan berbagai program yang berfokus pada pertukaran pengetahuan dan pengembangan kompetensi. Topik yang dibahas mencakup bahan baku dan formulasi, perkembangan sains dan teknologi, tren konsumen, manufaktur, hingga rantai pasok industri kecantikan.

"Cosmobeauté Indonesia tahun ini mencerminkan bagaimana industri kecantikan terus berkembang, tidak hanya melalui produk, tetapi juga melalui inovasi, pengetahuan, teknologi, keterampilan, dan kolaborasi."

Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia Kristi Wulandari mengatakan pihaknya ingin menjadikan pameran tersebut sebagai ruang bagi pelaku industri untuk bertemu dan bertukar perspektif. Menurut dia, rangkaian program yang dihadirkan juga membuka peluang bagi peserta untuk mengeksplorasi perkembangan dalam ekosistem kecantikan yang semakin luas.

Dari sisi bisnis, Cosmobeauté Indonesia mempertemukan pelaku industri melalui Beauté Meeting. Program tersebut membuka peluang bagi peserta untuk menemukan produk, teknologi, bahan baku, dan solusi sesuai kebutuhan bisnis sekaligus membangun koneksi dengan exhibitor dan buyer.

Sementara itu, Beauté Speak dan Supply Chain Academy menghadirkan pembahasan mengenai sejumlah isu industri. Materinya meliputi regulasi, perkembangan ilmiah dan formulasi, tren pasar dan konsumen, transformasi digital, manufaktur, serta rantai pasok.

Founder PT Rudy Hadisuwarno Oetomo Rudy Hadisuwarno menilai perubahan tren, teknologi, dan kebutuhan masyarakat membuat industri kecantikan perlu terus beradaptasi. Ia menyebut kolaborasi dan proses belajar menjadi bagian penting untuk menjaga perkembangan industri.

"Di tengah perubahan tren, teknologi, dan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, industri kecantikan dituntut untuk terus berinovasi tanpa kehilangan kualitas dan identitasnya."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Tren Olahraga Berbasis Komunitas Diperkuat

21 menit yang lalu | Haryo Brono

Olahraga
Tren Olahraga Berbasis Komu...
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Stabil di Peringkat ke-13 Walau Tambah Emas dari Panahan

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Stabil di Peringkat ke-13 Walau Tambah Emas dari Panahan

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.