Aktivitas Influenza Naik hingga 56 Persen, DPR Minta Pemerintah Perkuat Surveilans dan Layanan Kesehatan
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 13:58 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta pemerintah memperkuat kewaspadaan terhadap peningkatan aktivitas influenza di Indonesia tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
"Peningkatan kasus tentu perlu menjadi perhatian, tetapi masyarakat tidak perlu panik. Yang harus diperkuat adalah kewaspadaan, surveilans, kesiapan fasilitas kesehatan, dan komunikasi publik yang konsisten," kata Netty, dikutip di Jakarta, Kamis (1/10).
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat aktivitas influenza di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara mengalami peningkatan. Hingga minggu ke-38 2026, proporsi positif influenza dalam surveilans mencapai sekitar 56 persen.
Menanggapi kondisi tersebut, Netty menilai penguatan pemantauan kasus melalui surveilans diperlukan untuk mendukung deteksi dini terhadap perubahan pola influenza sehingga pemerintah dapat merespons perkembangan situasi secara tepat.
Selain surveilans, ia meminta kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan diperkuat untuk menghadapi kemungkinan peningkatan kebutuhan layanan kesehatan akibat aktivitas influenza.
Menurut Netty, penguatan kewaspadaan juga perlu diikuti komunikasi publik yang konsisten agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak menyikapi peningkatan aktivitas influenza secara berlebihan.
"Komisi IX tentu mendorong agar sistem surveilans terus diperkuat. Kita ingin pemerintah mampu mendeteksi perubahan pola influenza lebih cepat, fasilitas kesehatan siap menghadapi peningkatan kebutuhan pelayanan, dan masyarakat mendapatkan informasi yang benar. Kewaspadaan harus meningkat, tetapi kepanikan jangan," ujarnya.
Netty juga mengapresiasi imbauan Kemenkes agar masyarakat tidak melakukan panic buying obat antivirus seperti oseltamivir. Menurut dia, penggunaan obat tersebut perlu dilakukan berdasarkan indikasi medis dan tidak dikonsumsi secara sembarangan.
"Jangan sampai kekhawatiran terhadap influenza justru mendorong masyarakat membeli atau mengonsumsi obat tanpa pemeriksaan. Pengobatan harus mengikuti indikasi dan rekomendasi tenaga kesehatan," kata dia.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Herbuwono sebelumnya menyampaikan bahwa mayoritas infeksi influenza A merupakan penyakit yang tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya, meskipun pemerintah tetap memantau perkembangan kasus dan tingkat keparahannya.
"Ini adalah self-limiting disease, penyakit yang sembuh dengan sendirinya tanpa diobati. Jadi tidak berbahaya influenza A tersebut," ujar Dante dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, Rabu (30/9).
Dante mengatakan berdasarkan kondisi yang dipantau saat ini belum terdapat peningkatan kasus influenza yang signifikan, baik di tingkat nasional maupun global.
Menurut dia, pola penyebaran influenza A serupa dengan influenza pada umumnya dan cenderung meningkat menjelang musim hujan di Indonesia, kemudian menurun pada Februari-Maret.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!