Pemkab Morowali Utara Manfaatkan Peluang Lapangan Kerja Baru Industri Kelapa

Rabu, 30 Sep 2026, 10:47 WIB

KOLONODALE – Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Pemkab Morut), Sulawesi Tengah, akan memanfaatkan peluang lapangan kerja baru pada industri hilirisasi kelapa dalam di kawasan industri Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) Kabupaten Morowali.

"Adanya peluang lapangan kerja baru kami siap berkolaborasi dengan pengelola industri untuk berpartisipasi penyediaan tenaga kerja lokal yang berkompeten bersama dengan Pemerintah Kabupaten Morowali," kata Bupati Morowali Utara Delis J hehi di Kolonodale, Sulteng, Rabu (30/9).

Ket. Foto: Bupati Morowali Utara meninjau pabrik hilirisasi kelapa dalam skala besar di kawasan industri Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Senin (28/0/2026). — Sumber: ANTARA

Ia mengemukakan telah meninjau pabrik skala besar hilirisasi kelapa milik PT Freenow Food Industry di kawasan IHIP pada Senin (28/9). Ia menilai berbagai peluang dapat dikerjasamakan dengan pihak perusahaan.

Menurut pengelola, kawasan pabrik tersebut membuka peluang hampir 1.000 lapangan kerja langsung pada tahap operasionalnya.

Keberadaan industri pengolahan di dalam negeri membuka peluang agar kelapa tidak hanya dijual sebagai komoditas mentah, tetapi dapat masuk ke rantai industri dengan nilai tambah lebih tinggi.

"Kami bersyukur industri hilirisasi hadir di dalam negeri. Ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa sekaligus dapat meningkatkan harga di tingkat petani," ujarnya.

Menurut dia manfaat tersebut tidak hanya dirasakan petani di Kabupaten Morowali, tetapi juga berpotensi menjangkau petani kelapa di Morowali Utara dan daerah lain di Sulawesi Tengah, termasuk peluang tenaga kerja.

Data Pemerintah Sulawesi Tengah (Sulteng) menunjukkan investasi industri kepala dalam tersebut mencapai Rp1,6 triliun dengan perencanaan produksi pabrik sekitar 400 ribu ton per tahun untuk, sementara data produksi kelapa dalam di Sulteng per tahun sekitar 190 ribu ton.

"Sebagai daerah yang berdekatan dengan kawasan pabrik, kami segera menyiapkan langkah-langkah untuk bisa ditindaklanjuti. Kami juga beberapa waktu lalu telah menyelesaikan pelatihan bahasa Mandarin diikuti 51 generasi muda Morowali Utara, karena keahlian seperti ini dapat diikutsertakan dalam perekrutan tenaga kerja ke depan," tutur Delis.

Sebelumnya Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani mengatakan BPI Danantara turut terlibat dalam proyek hilirisasi kelapa di Morowali, Sulteng.

Kemudian pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan bibit kelapa dalam sebanyak 1,1 juta pohon ke Sulteng, dengan harapan tanaman itu dapat berproduksi maksimal di masa depan, untuk menunjang industri kelapa yang telah ada.

  • Morowali Utara

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.