Pemkab Garut Libatkan Swasta untuk Bangun Sekolah Ramah Lingkungan
Rabu, 30 Sep 2026, 23:45 WIBGarut, 30/9 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat melibatkan pihak swasta yang peduli terhadap dunia pendidikan untuk membangun sekolah ramah lingkungan seperti pemanfaatan sampah plastik yang diolah menjadi bata dinding di SDN 3 Sukanegla, Kecamatan Garut Kota.
"Kami sudah ada kerja sama jauh-jauh sebelumnya, beberapa tahun sebelumnya, hari ini membangun dengan konteks bekerja sama," kata Sekretaris Daerah Pemkab Garut, Nurdin Yana usai peresmian bangunan ruang kelas ramah lingkungan dari pemanfaatan sampah plastik di SDN 3 Sukanegla, Garut, Rabu.
Ia menuturkan, pemerintah daerah berupaya menjalin kerja sama dengan semua pihak swasta untuk bersama-sama membangun Garut di tengah efisiensi anggaran.
Kerja sama yang sudah terjalin baik, kata dia, yakni dengan Yayasan Bakti Barito bersama para mitra yang didukung Kitabisa
ORG, Star Energy Geothermal, dan mitra teknologi Biru Langit Utama Indonesia (BLU).
Ia menyebutkan, selama ini sudah ada 40 bangunan, salah satunya saat ini sudah membangun dua ruang kelas dan fasilitas toilet sekolah di SDN 3 Sukanegla yang dibangun dengan pemanfaatan olahan sampah plastik sebanyak 18 ton.Â
"Tidak hanya di konteks satu ini saja, sudah 40 bangunan yang dibangun oleh Yayasan Barito bekerja sama dengan lainnya," kata Sekda.
Ia menyampaikan, adanya bantuan dari pihak swasta telah membantu meringankan pemerintah daerah, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mendapatkan ruang kelas belajar yang nyaman dan aman.
Apalagi bangunan sekolah yang dibangun menggunakan olahan sampah plastik, kata dia, tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga ramah lingkungan karena telah mampu mendaur ulang sampah plastik.
"Insya Allah aman, kalau soal kuat, saya kira dibandingkan dengan yang lain juga kuat," katanya.
Kepala SDN 3 Sukanegla, Fitri Firdaus menyampaikan terima kasih adanya ruang kelas baru yang dibuat bagian dindingnya dari bata hasil daur ulang sampah plastik.
Ia mengatakan, jumlah siswa keseluruhan di SDN 3 Sukanegla sebanyak 196 siswa dengan ruang kelas yang terbatas, dan saat ini ada dua kelas baru untuk kegiatan belajar mengajar yang lebih nyaman.
"Sebelumnya kami kekurangan ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan bergantian, ada kelas pagi dan kelas siang," katanya.
Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian Purbasari mengatakan, sekolah di SD tersebut memiliki jumlah siswa yang banyak, sementara ruang belajarnya terbatas, kemudian Pemkab Garut sudah merencanakan akan membangun ruang kelas baru.
Adanya rencana itu, kata dia, pihaknya bersama sejumlah mitra melalui program Green Guardians menggagas pembangunan ruang belajar baru ramah lingkungan dengan memanfaatkan beberapa material bangunan dari sampah plastik seperti yang sudah dilakukan di beberapa sekolah sebelumnya di Garut.
"Kita bekerja sama dengan para mitra membangun sampah yang bernilai rendah, kita mengumpulkan 18 ton sampah plastik," katanya.
- sekolah ramah lingkungan
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.