KKP Siapkan Pasokan Ikan untuk Menu MBG

Rabu, 30 Sep 2026, 18:04 WIB

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan produk perikanan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto melalui kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya (Ditjen PB) dan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) KKP dengan BGN di kantor KKP, Jakarta Pusat, Rabu (30/9).

Ket. Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (tengah) bersama Kepala BGN, Sudaryono disela acara penandatangan dokumen kerja sama di Jakarta, Rabu (30/9) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat penyediaan sumber protein ikan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) — Sumber: istimewa

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan KKP akan memastikan setiap dapur program MBG di daerah dikepung dengan sumber protein ikan yang tinggi kandungan proteinnya.

“Kita akan terus, di mana dapurnya, di wilayah-wilayah itu kita kepung dengan keberadaan sumber protein dengan berbagai macam jenis perikanan yang kandungan proteinnya tinggi. Mudah-mudahan, harapan Pak Presiden, Indonesia lima atau sepuluh tahun diisi dengan generasi-generasi yang brilian,” ujar Trenggono.

Kerja sama Ditjen PB dengan BGN mencakup berbagi data dan informasi, sinkronisasi perencanaan produksi ikan dengan kebutuhan MBG, serta fasilitasi penyerapan hasil perikanan budi daya untuk kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sementara kerja sama Ditjen PDSPKP dengan BGN meliputi fasilitasi penyaluran hasil kelautan dan perikanan untuk MBG, pengembangan produk berbasis hasil perikanan, pembinaan mutu dan standar keamanan pangan, serta berbagi data.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan ikan menjadi salah satu sumber protein utama yang didorong masuk dalam menu MBG. BGN siap menyerap hasil perikanan dan mengolahnya menjadi menu ompreng MBG.

“Kami ingin dalam satu menu makanan kita itu ada ikan. Kandungan asupan proteinnya cukup itu yang paling utama, dan salah satunya adalah ikan, jadi kami mendukung gerakan gemar makan ikannya Kementerian KKP kami siap untuk menjadi offtake dan kemudian memberlakukan ini ke menu-menu ompreng,” ujar Sudaryono.

Untuk menjangkau wilayah terpencil, BGN juga akan memanfaatkan produk perikanan dalam bentuk dingin, beku, maupun olahan yang telah memenuhi standar keamanan pangan agar distribusi protein ikan tetap terjaga ke daerah yang sulit dijangkau ikan segar.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.