Jamintel Reda Terisak di Tengah Ratusan Tunanetra, Kartu Donor Darah Braille dan 1.000 Sepatu Jadi Jejak Kepedulian Kejaksaan
📅 Selasa, 29 Sep 2026, 14:37 WIB | Oleh: Henri pelupessyDiketahui, Yayasan Sahabat Mata merupakan lembaga sosial di Kota Semarang yang bergerak dalam bidang pendidikan, pemberdayaan dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.
Sahabat Mata mulai beraktivitas pada 1 Mei 2008. Berbagai program dikembangkan, antara lain pendidikan Al-Qur’an Braille, penyediaan dan distribusi Al-Qur’an Braille, pendidikan dan pelatihan, pemanfaatan teknologi aksesibel, serta pengembangan kemandirian penyandang disabilitas.
Di kawasan Mijen, Sahabat Mata juga mengembangkan pondok pesantren sebagai ruang pendidikan dan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang belajar, pembinaan, dan pengembangan keterampilan bagi para penyandang disabilitas.
Rangkaian kegiatan tersebut mencakup sejumlah program dengan sasaran yang berbeda.
Kartu Donor Darah dan Golongan Darah Braille ditujukan untuk membantu penyandang tunanetra mengakses informasi penting mengenai golongan darah.
Peresmian gedung dan penyerahan meja pingpong mendukung aktivitas pendidikan serta kegiatan para penyandang tunanetra di Sahabat Mata.
Sementara itu, 1.000 pasang sepatu diberikan kepada siswa SLB se-Semarang Raya untuk menunjang aktivitas mereka dalam menempuh pendidikan.
Bagi Prof. Reda, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari cara Kejaksaan hadir di tengah masyarakat melalui program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Momen ketika Prof. Reda terharu hingga terisak di hadapan para penyandang tunanetra pun menjadi bagian yang paling emosional dari kegiatan tersebut.
Pesan yang disampaikannya menekankan bahwa pelaksanaan tugas penegakan hukum pada akhirnya harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dari Semarang, rangkaian kegiatan itu menghadirkan satu pesan sederhana yakni akses, perhatian, dan dukungan dapat diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!