Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Dorong Reformasi PBB Jelang Sekjen Baru

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Indonesia Dorong Reformasi PBB Jelang Sekjen Baru Doc: AFP/Daniel SLIM
Ket. Seorang pria berjalan melewati markas besar PBB di Midtown Manhattan, New York, AS.

JAKARTA - Masa jabatan Antonio Guterres sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera berakhir, dengan Sekjen baru dijadwalkan mulai bertugas pada 1 Januari 2027.

Sejumlah kandidat telah bersaing untuk menggantikan Guterres. Proses pemilihan melibatkan Dewan Keamanan PBB yang merekomendasikan satu nama kepada Majelis Umum PBB untuk kemudian ditetapkan sebagai Sekjen.

Sekjen baru akan menghadapi tantangan besar, mulai dari konflik di berbagai kawasan, krisis iklim, perkembangan pesat kecerdasan artifisial (AI), hingga persoalan anggaran dan tuntutan reformasi internal PBB.

Dikutip dari Antara, Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A Mulachela mengatakan Indonesia memiliki pesan khusus yang akan disampaikan bersama negara-negara sepemikiran kepada Sekjen PBB yang baru.

“Yang ingin disampaikan adalah kami ingin melihat kesenjangan antara komitmen PBB dengan kapasitas yang dimilikinya semakin tipis,” kata Nabyl.

Ia menegaskan Indonesia akan terus mengupayakan agar pesan tersebut disampaikan langsung kepada Sekjen baru sekaligus mendorong realisasi komitmen tersebut selama masa jabatannya.

Salah satu tuntutan utama negara-negara anggota saat ini adalah reformasi PBB, khususnya perombakan Dewan Keamanan, termasuk terkait hak istimewa anggota tetap.

Mandeknya penyelesaian sejumlah konflik melalui DK PBB, termasuk konflik Israel-Palestina dan perang di Jalur Gaza, turut memperkuat seruan reformasi lembaga tersebut.

Guterres juga mengakui perlunya perubahan terhadap komposisi DK PBB yang dinilai tidak lagi sepenuhnya merepresentasikan kondisi dunia saat ini.

Peran Indonesia

Pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah menilai Indonesia memiliki peluang untuk mengambil inisiatif dalam mendorong reformasi PBB.

Menurut dia, seruan reformasi yang disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Sidang ke-81 Majelis Umum PBB sejalan dengan aspirasi mengenai perlunya sistem multilateral yang lebih representatif.

Indonesia, kata dia, memiliki modal untuk menggalang dukungan, antara lain melalui pengalaman dalam diplomasi multilateral, kontribusi terhadap misi perdamaian dunia, serta peran historis dalam Konferensi Asia Afrika 1955.

Rezasyah mengusulkan Indonesia menyusun "buku putih" yang menjabarkan gagasan mengenai masa depan PBB, termasuk prinsip penghormatan terhadap hukum internasional, kearifan lokal, persaudaraan lintas peradaban, penyelesaian konflik secara damai dan berkelanjutan, serta pengelolaan dunia secara bertanggung jawab.

Ia juga menekankan pentingnya mendorong representasi yang lebih adil di DK PBB dengan memperkuat keterwakilan kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
KKP Bangun 5 Kampung Nelaya...
Daerah
Wajah Kota Medan Bakal Beru...

Paus Leo XIV Desak Eropa Bersatu

33 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Eropa Be...

Serangan Russia Meningkat, Delapan Orang Tewas

42 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Serangan Russia Meningkat, ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.