Formula 1: Vasseur Gerah Dikaitkan dengan Horner, Tegaskan Fokusnya Tetap di Ferrari

Selasa, 29 Sep 2026, 00:20 WIB

BAKU, AZERBAIJAN — Bos tim Ferrari Fred Vasseur mengaku frustrasi dengan spekulasi mengenai masa depannya setelah komentar mantan kepala tim Red Bull, Christian Horner, kembali memunculkan rumor tentang kemungkinan perpindahan ke tim Formula 1 asal Italia tersebut.

Horner, yang meninggalkan Red Bull pada Juli tahun lalu, dalam wawancara dengan The Times yang dipublikasikan pekan lalu mengatakan Ferrari merupakan satu-satunya tim yang akan dipertimbangkannya untuk bergabung tanpa harus mendapatkan kepemilikan saham.

Ket. Foto: Bos tim Ferrari Fred Vasseur. — Sumber: Formula 1

Mantan bos Red Bull itu bahkan menyebut Ferrari sebagai “tim impian” dan “raksasa tidur Formula 1”.

Komentar tersebut segera memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan Horner kembali ke paddock Formula 1 dengan mengambil posisi di Maranello.

Vasseur, yang mulai menjabat sebagai kepala tim Ferrari pada Januari 2023, mengaku situasi tersebut mulai mengganggu fokus tim.

“Kami tidak bekerja dalam suasana yang benar-benar tenang,” ujar Vasseur setelah Grand Prix Azerbaijan. "Bagi saya, pertama-tama, tetapi juga bagi semua orang di dalam tim dan media, ketika 50 persen pertanyaan yang muncul berkaitan dengan hal ini, menurut saya situasinya cukup membuat frustrasi.”

Horner telah menghabiskan sekitar dua dekade memimpin Red Bull. Selama periode tersebut, ia membawa tim tersebut meraih delapan gelar juara dunia pembalap, masing-masing empat melalui Sebastian Vettel dan Max Verstappen.

Red Bull juga meraih enam gelar konstruktor di bawah kepemimpinannya.

Horner kembali terlihat di paddock Formula 1 pada Grand Prix Inggris, sekitar setahun setelah pemecatannya dari Red Bull pada 2025. Sejak meninggalkan tim asal Austria tersebut, namanya terus dikaitkan dengan sejumlah tim.

Renault yang menaungi Alpine serta Aston Martin yang bermarkas di Silverstone menjadi dua tim yang paling sering dikaitkan dengan pria Inggris tersebut.

Kini, nama Horner kembali muncul dalam pembicaraan mengenai Ferrari setelah pernyataannya mengenai ketertarikannya terhadap tim berlogo kuda jingkrak itu.

Namun, Vasseur memilih tidak terlibat lebih jauh dalam spekulasi tersebut.

“Mr. Horner sedang mencari pekerjaan—semua orang tahu itu—di mana pun,” kata Vasseur.

“Tetapi apa yang bisa saya lakukan? Saya hanya bisa berusaha melakukan yang terbaik untuk mendorong tim, membuat mereka berkembang, tetap termotivasi, dan fokus pada apa yang lebih baik untuk dilakukan hari ini.”

Ferrari saat ini berada dalam periode yang penuh tekanan. Tim yang bermarkas di Maranello itu merupakan tim tertua sekaligus salah satu yang paling sukses dalam sejarah Formula 1, tetapi belum memenangi gelar konstruktor sejak 2008.

Untuk kategori pembalap, Kimi Räikkönen masih menjadi pembalap terakhir yang membawa Ferrari meraih gelar juara dunia, yakni pada 2007.

Ferrari juga membuat langkah besar dengan mendatangkan juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton untuk bergabung dengan Charles Leclerc. Musim ini, Hamilton dan Leclerc masing-masing telah menyumbangkan satu kemenangan untuk Ferrari.

Ferrari sempat berada di posisi kedua klasemen konstruktor di belakang Mercedes. Namun, performa mereka mulai tertekan setelah McLaren dan Red Bull menunjukkan kebangkitan.

Situasi tersebut membuat perhatian terhadap Vasseur semakin besar.

Meski demikian, pria asal Prancis itu menegaskan dirinya tidak ingin terganggu oleh rumor mengenai masa depannya. Fokusnya tetap pada upaya meningkatkan performa Ferrari di lintasan.

Bagi Vasseur, pekerjaan utamanya saat ini bukan menjawab spekulasi tentang siapa yang mungkin memimpin Ferrari pada masa depan, melainkan memastikan tim tetap berkembang dan kompetitif di Formula 1.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.