Trump Disebut Tanya Xi soal Pembelian Senjata AS, Washington Bantah Ada Rencana
📅 Senin, 28 Sep 2026, 20:40 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh"Tiongkok membangun militernya berdasarkan kebutuhannya sendiri dan berdedikasi untuk menjaga perdamaian dan stabilitas dunia," kata Guo kepada wartawan di Beijing.
Tiongkok selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan berulang kali menentang penjualan senjata AS kepada pulau tersebut. Beijing juga menyampaikan keberatan terhadap dukungan militer Washington kepada Taiwan.
Perdue mengatakan kebijakan Washington terkait Taiwan tetap berlandaskan sejumlah kerangka yang selama ini digunakan AS. Kerangka tersebut mencakup kebijakan satu Tiongkok, Undang-Undang Hubungan Taiwan, tiga komunike AS-Tiongkok, serta Enam Jaminan.
AS Pernah Jual Senjata ke Tiongkok
Sebaiknya Anda baca juga:
AS sebenarnya pernah menjual sejumlah peralatan militer kepada Tiongkok pada periode hubungan strategis kedua negara yang lebih erat pada 1980-an. Saat itu, Washington memasok peralatan militer kepada Beijing dalam konteks kerja sama menghadapi Uni Soviet.
Peralatan yang pernah dipasok antara lain radar antirudal artileri AN/TPQ-37 dan torpedo Mark-46. Namun, penjualan senjata antarpemerintah AS kepada Tiongkok kemudian dihentikan seiring perubahan hubungan kedua negara.
Menurut Government Accountability Office (GAO) AS, tidak ada perjanjian baru melalui skema Foreign Military Sales yang dibuka setelah 1990. Kondisi tersebut membuat pernyataan mengenai pertanyaan Trump kepada Xi menjadi perhatian, meski pemerintah AS menegaskan saat ini tidak memiliki tawaran atau rencana menjual senjata kepada Tiongkok.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!