Pameran SOMEWHERE, ELSEWHERE Hadirkan Lanskap Surealis Puri Fidhini
📅 Senin, 28 Sep 2026, 19:30 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Mangkuluhur ARTOTEL Suites kembali menghadirkan ruang bagi seni dan ekspresi kreatif kontemporer melalui pameran bertajuk "SOMEWHERE, ELSEWHERE". Pameran ini menampilkan karya seniman Indonesia Puri Fidhini yang berkolaborasi dengan studio seni kreatif EIARTI.
Pameran tersebut berlangsung di ARTSPACE, Lobby Level, Mangkuluhur ARTOTEL Suites mulai 25 September 2026 hingga 17 Januari 2027. Kehadiran pameran ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman seni yang dapat dinikmati tidak hanya oleh para tamu hotel, tetapi juga masyarakat luas.
"SOMEWHERE, ELSEWHERE" mengeksplorasi ruang di antara realitas, memori, dan imajinasi. Gagasan tersebut merefleksikan praktik artistik Puri Fidhini dalam menerjemahkan pengalaman personal, perjalanan, serta ingatan menjadi lanskap visual yang baru.
Bagi Puri, ruang tidak hanya menjadi tempat yang dilihat dan direkam secara langsung. Ruang terus berkembang melalui pengalaman, perjalanan, dan ingatan yang membentuk cara seseorang melihat serta memahami suatu tempat.
Salah satu pengalaman yang berpengaruh dalam perjalanan artistik Puri adalah ketika dirinya mengikuti program residensi di Reykjavík, Islandia, pada 2019. Saat itu, ia berhadapan dengan lanskap es, pegunungan, laut, dan alam yang memiliki skala berbeda dari lingkungan yang selama ini ditemuinya dalam keseharian.
Puri kembali mengunjungi Islandia pada 2022 dan mendapatkan lapisan pengalaman baru melalui pengamatan, perjalanan, serta perjumpaan kembali dengan lanskap yang pernah dikenalnya. Pengalaman tersebut tidak kemudian dituangkan sebagai gambaran langsung sebuah tempat, melainkan menjadi fragmen yang perlahan tersimpan dan berkembang di dalam ingatan.
Fragmen pengalaman tersebut kemudian diterjemahkan Puri ke dalam lanskap surealis melalui karya lukisan cat minyak di atas kanvas. Elemen alam dan arsitektur seperti rumah, pegunungan, air, dan ruang terbuka ditempatkan berdampingan dengan berbagai objek yang berkaitan dengan permainan.
Papan catur, bidak, kartu, dan dadu menjadi sejumlah objek yang muncul dalam karya-karya tersebut. Permainan digunakan sebagai metafora kehidupan yang berkaitan dengan strategi, pilihan, peluang, kemenangan, kekalahan, hingga ilusi manusia terhadap kendali.
Di sisi lain, pintu, jendela, dinding, dan bentang alam membentuk batas antara sesuatu yang terlihat dan tersembunyi. Elemen-elemen tersebut juga mempertemukan ruang yang familiar dengan ruang yang terbentuk melalui imajinasi.
Karya-karya dalam "SOMEWHERE, ELSEWHERE" tidak secara khusus berusaha merepresentasikan satu tempat tertentu. Puri justru mempertemukan fragmen dari sesuatu yang pernah dilihat dengan hal-hal yang kemudian dibayangkan melalui pengalaman dan ingatannya.
Pendekatan tersebut mengajak pengunjung memasuki ruang di antara sesuatu yang familiar dan sesuatu yang dibayangkan. Dalam ruang tersebut, realitas dapat bergeser dan hal-hal yang pernah dilihat dapat kembali hadir dalam bentuk yang berbeda dari pengalaman sebelumnya.
Sejumlah karya Puri Fidhini ditampilkan dalam pameran ini, di antaranya "Fragmented Memories", "Lost and Found in the Blue", "A Scene from the Last Round", "The Wake of a Giant", "The Migration of The Whale", "Echoes of Resilience", dan "Beneath Quiet Water". Karya-karya tersebut hadir bersama sejumlah karya lainnya yang menjadi bagian dari keseluruhan pameran.
General Manager Mangkuluhur ARTOTEL Suites Faisal Tranggono mengatakan seni menjadi bagian penting dari pengalaman yang ingin dihadirkan melalui hotel tersebut. Menurutnya, ARTSPACE tidak hanya berfungsi sebagai tempat memajang karya, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara seniman, karya seni, dan publik.
"Kami melihat seni sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman yang ingin kami hadirkan di Mangkuluhur ARTOTEL Suites. Melalui 'SOMEWHERE, ELSEWHERE', kami tidak hanya menghadirkan karya seni ke dalam ruang hotel, tetapi juga membuka kesempatan bagi para tamu dan pengunjung untuk berinteraksi dengan perspektif serta cerita yang dibawa oleh seorang seniman," kata Faisal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!