Menuju Tol Tanpa Gerbang, Pemerintah Perluas Uji Coba MLFF
📅 Senin, 28 Sep 2026, 16:25 WIB | Oleh: Haryo BronoMenuju Tol Tanpa Gerbang, Pemerintah Perluas Uji Coba MLFF
JAKARTA — Pemerintah kembali mendorong percepatan penerapan sistem pembayaran jalan tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS). Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan uji coba tahap kedua segera dilakukan dengan cakupan yang lebih luas melalui skema setengah komersial.
Uji coba tersebut menjadi bagian dari evaluasi pemerintah untuk memastikan teknologi MLFF dapat diterapkan secara andal sebelum memasuki tahap komersialisasi penuh. Pengujian ini sekaligus menjadi kesempatan penting untuk menilai kesiapan teknologi yang telah dikembangkan dan diinvestasikan oleh PT Roatex Indonesia Toll System (RITS).
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa pengujian lanjutan ini perlu dilakukan secara hati-hati agar teknologi MLFF yang diterapkan benar-benar selaras dengan kondisi spesifik dan kebutuhan di Indonesia.
“Secara jujur kita harus kaji, apakah MLFF ini memang bagus dan sesuai dengan kondisi kita. Tugas saya mempercepat agar prosesnya jelas dan tidak mengambang terlalu lama,” ujar Dody dalam keterangan tertulis pada Senin (28/9/2026).
Sebaiknya Anda baca juga:
Uji Coba dengan Skala Lebih Besar di Tol Bali Mandara
Pada tahap kedua ini, pemerintah akan meningkatkan skala pengujian dengan melibatkan volume kendaraan yang lebih besar serta berkoordinasi dengan lintas pemangku kepentingan. Sejumlah instansi yang direncanakan terlibat meliputi pihak kepolisian, pengelola Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Kejaksaan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Pengujian kembali dipusatkan di Jalan Tol Bali Mandara dengan menerapkan skema setengah komersial. Skema ini dirancang khusus untuk memberikan gambaran yang paling mendekati kondisi operasional nyata ketika nantinya sistem diterapkan secara nasional.
“Sekarang tantangannya melibatkan banyak orang dan instansi. Kita mau tes beneran dalam skala setengah komersial. Nanti dari situ baru kelihatan apakah teknologi ini benar-benar siap atau tidak,” kata Dody.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berbeda dari pengujian dalam skala terbatas sebelumnya, tahap kedua ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk menguji ketahanan sistem saat menghadapi volume lalu lintas yang padat, sekaligus menguji integrasi lintas lembaga yang berkaitan dengan pengoperasian tol dan penegakan hukum.
Investasi Roatex dan Langkah Audit Menyeluruh
Proses evaluasi MLFF ini berlangsung di tengah investasi besar yang telah dikemukakan oleh PT Roatex Indonesia Toll System (RITS). Pemerintah mencatat bahwa perusahaan tersebut telah menanamkan investasi sekitar Rp4 triliun untuk pengembangan infrastruktur sistem MLFF di Indonesia.
Besarnya nilai investasi tersebut mencerminkan komitmen penyediaan sumber daya digital untuk modernisasi jalan tol. Kendati demikian, pemerintah menegaskan bahwa keputusan terkait kelanjutan proyek akan tetap berpedoman pada hasil audit teknologi yang objektif serta ketentuan dalam kontrak yang berlaku.
Menteri Dody menyampaikan bahwa pemerintah akan menjalankan audit secara menyeluruh sebelum memutuskan langkah lanjutan terhadap investasi maupun implementasi penuh MLFF. Langkah ini diperlukan agar kebijakan yang diambil tidak sekadar berfokus pada kecanggihan teknologi, melainkan juga mengutamakan kepentingan publik, kenyamanan pengelola jalan tol, serta kepastian bagi penyedia sistem.
Pemerintah memastikan tidak akan mengambil keputusan secara terburu-buru. Seluruh temuan dari hasil uji coba dan audit independen akan menjadi landasan utama sebelum sistem melangkah ke fase berikutnya.
Menentukan Kesiapan Menuju Era Tol Nirsentuh
Uji coba tahap kedua merupakan momentum krusial untuk mengukur kapabilitas MLFF dalam situasi operasional yang mendekati kenyataan di lapangan. Penambahan volume kendaraan dan pelibatan multi-instansi diharapkan mampu menghasilkan data yang komprehensif mengenai stabilitas sistem.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!