Demi Vollering Juara Dunia Balap Sepeda Jalan Raya, Menang Dramatis di Montreal

Senin, 28 Sep 2026, 00:04 WIB

MONTREAL – Demi Vollering menutup musim luar biasa dengan merebut gelar juara dunia balap sepeda jalan raya putri di Montreal, Kanada, Minggu (27/9). Pembalap sepeda asal Belanda itu mengalahkan Kasia Niewiadoma-Phinney dalam duel dramatis yang berlangsung hingga meter-meter terakhir.

Elisa Longo Borghini dari Italia merebut medali perunggu setelah finis di depan juara dunia time trial Marlen Reusser. Longo Borghini mencatatkan podium ketiganya dalam nomor road race putri pada perlombaan yang berlangsung sejauh 180 kilometer, jarak terpanjang dalam sejarah kejuaraan tersebut.

Ket. Foto: Demi Vollering. — Sumber: Istimewa

“Saya masih tidak percaya. Saya bekerja sangat keras untuk mencapai tujuan ini, dan dibutuhkan keberanian untuk benar-benar mempercayainya dengan sepenuh hati,” kata Vollering seusai finis.

Gelar dunia tersebut melengkapi musim yang luar biasa bagi pebalap berusia 29 tahun itu. Sebelumnya, Vollering telah menjuarai Tour de France Femmes dan Giro d’Italia Women.

Vollering juga tampil dominan pada musim semi dengan memenangkan sejumlah balapan klasik satu hari, yakni Tour of Flanders, Liege-Bastogne-Liege, Omloop Het Nieuwsblad, dan La Fleche Wallonne Femmes. Ia juga berstatus juara Eropa sebelum menambah koleksi gelarnya dengan mahkota juara dunia.

Namun, perjalanan menuju gelar dunia di Montreal sama sekali tidak mudah. Vollering melancarkan serangan solo berani ketika perlombaan menyisakan 39 kilometer. Namun, aksinya tidak bertahan hingga finis. Ia kembali tertangkap ketika tinggal 12 kilometer.

“Ada begitu banyak momen ketika saya berpikir bahwa saya menyerang terlalu cepat,” ujar Vollering. “Saya hanya berani mencoba, kemudian mencoba lagi, dan tidak pernah menyerah sampai garis finis. Sejak saat itu saya tidak berniat melepaskannya lagi. Saya berpikir, tidak, sekarang gelar ini milik saya.”

Drama semakin memuncak ketika perlombaan memasuki beberapa ratus meter terakhir. Vollering dan Niewiadoma-Phinney saling menunggu dan memainkan strategi sebelum memasuki sprint penentuan. Di belakang mereka, Longo Borghini dan Reusser terus mendekat.

Niewiadoma-Phinney lebih dulu membuka sprint ketika jarak menuju garis finis tinggal sekitar 200 meter. Namun, Vollering dengan mudah merespons dan memiliki akselerasi lebih kuat.

Pembalap Belanda itu melewati Niewiadoma-Phinney dan melaju menuju garis finis untuk memastikan gelar dunia. Longo Borghini kemudian mengamankan medali perunggu setelah menahan kejaran Reusser. Ia finis empat detik di belakang Vollering.

Vollering mulai menyalakan mesin serangannya ketika lomba menyisakan 39 kilometer. Momen itu terjadi setelah rekan setimnya, Puck Pieterse, melakukan tarikan luar biasa di tanjakan Camillien-Houde. “Saya sangat bangga kepada semua orang di dalam tim,” kata Vollering.

Ia memberikan penghargaan khusus kepada rekan-rekan setimnya dari Belanda yang rela mengorbankan peluang pribadi demi membantunya mengejar gelar dunia.

“Kami mengambil kendali dan mereka menghabiskan seluruh perlombaan di bagian depan. Kemudian Puck memberikan lead-out yang luar biasa, dan saya tidak mungkin gagal menyelesaikan pekerjaan itu.”

Vollering kemudian menyerang rombongan utama yang sudah menyusut. Ia dengan cepat mengejar pemimpin tunggal Maeva Squiban sebelum melewatinya dan meninggalkannya.

Vollering mampu mempertahankan keunggulan selama hampir dua putaran di sirkuit jalanan Montreal sebelum akhirnya disusul Longo Borghini.

Niewiadoma-Phinney dan Juliette Berthet kemudian bergabung. Dengan 12 kilometer tersisa, terbentuk kelompok empat pebalap di depan.

Pada putaran terakhir dari total delapan putaran, Longo Borghini kembali menyerang di tanjakan Camillien-Houde. Ia sempat membuka jarak sekitar 10 detik.

Namun, Vollering memberikan respons cepat. Ia membawa Niewiadoma-Phinney mengejar Longo Borghini dan keduanya berhasil menyusul pebalap Italia tersebut sebelum mencapai puncak tanjakan.

Vollering dan Niewiadoma-Phinney kemudian bekerja sama untuk menjaga jarak dari Longo Borghini. Tetapi ketika memasuki beberapa ratus meter terakhir, keduanya mulai memperlambat laju.

Mereka saling menunggu dan berharap lawannya membuka serangan terlebih dahulu. Longo Borghini perlahan mendekat, sementara Reusser juga terus mengejar dari belakang.

Namun, Vollering memiliki keunggulan dalam sprint. Niewiadoma-Phinney akhirnya mengambil risiko dengan melancarkan serangan lebih dahulu.

Upayanya tidak cukup. Vollering tetap mampu menjaga posisinya dan kemudian melesat meninggalkan rivalnya untuk meraih gelar juara dunia.

Berthet finis kelima dengan selisih 39 detik, sedangkan Pieterse berada di posisi keenam, lebih dari satu setengah menit di belakang sang juara.

Juara bertahan Magdeleine Vallieres harus mengakhiri lomba lebih awal setelah terlibat kecelakaan massal. Pembalap tuan rumah itu terjatuh dan kehilangan kontak dengan rombongan utama sebelum akhirnya mundur ketika perlombaan menyisakan lima putaran.

Sementara itu, juara dunia dua kali Lotte Kopecky harus puas berada di posisi ke-20. Ia finis 8 menit 30 detik setelah Vollering.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.