Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

APBD Perubahan 2026, Pendapatan Bekasi Naik Jadi Rp7,5 Triliun

📅 Senin, 28 Sep 2026, 00:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
APBD Perubahan 2026, Pendapatan Bekasi Naik Jadi Rp7,5 Triliun Doc: Antara
Ket. Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat menyampaikan nota penjelasan Rancangan APBD Perubahan 2026 dalam forum Rapat Paripurna, di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (23/9).

Kabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, memproyeksikan kenaikan pendapatan asli daerah atau PAD senilai Rp228,65 miliar dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2026.

"Dalam Rancangan APBD Perubahan 2026, pendapatan daerah secara keseluruhan diproyeksikan meningkat dari Rp7,28 triliun menjadi Rp7,5 triliun," kata Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, di Cikarang, Minggu (27/9).

Dia mengatakan perubahan pendapatan tersebut merupakan penyesuaian terhadap perkembangan kondisi yang mempengaruhi asumsi dalam kebijakan umum APBD tahun 2026.

Ia menyebut proyeksi kenaikan berasal dari pendapatan transfer yang bertambah sekitar Rp273,71 miliar meski pendapatan asli daerah (PAD) mengalami penyesuaian Rp45 miliar, dengan mempertimbangkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap laporan keuangan Pemkab Bekasi 2025.

Sedangkan alokasi belanja daerah Kabupaten Bekasi dalam APBD Perubahan 2026 diproyeksikan meningkat sebesar Rp217,18 miliar. Dengan begitu, belanja daerah yang sebelumnya berjumlah Rp7,7 triliun, bertambah menjadi Rp7,92 triliun.

Asep mengatakan perubahan anggaran tersebut mencakup belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer. Selain perubahan belanja daerah, pembiayaan daerah juga mengalami penyesuaian senilai Rp11,47 miliar.

"Pembiayaan daerah dalam postur APBD Perubahan 2026 turun dari Rp422,87 miliar menjadi sekitar Rp411,39 miliar," kata dia lagi.

Dia meminta segenap organisasi perangkat daerah penghasil untuk terus mengoptimalkan realisasi pendapatan daerah baik dari sektor penerimaan pajak daerah maupun lainnya demi merealisasikan pembangunan, sekaligus pelayanan publik secara lebih masif.

"Bukan hanya Bapenda selaku perangkat daerah yang bergerak di sektor pajak, namun juga sejumlah perangkat daerah lain yang berhubungan dengan dinas penghasil seperti retribusi maupun potensi penerimaan daerah lainnya. Tolong dimaksimalkan hingga akhir tahun ini dan semoga bisa melewati target," kata dia pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Ratusan Aduan Perubahan Des...
Luar Negeri
AS Sebut Proposal Iran Buka...

FIFA Asean Cup, Timnas Harus Menang Tiga Laga Fase Grup

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
FIFA Asean Cup, Timnas Haru...
Olahraga
Joey Pelupessy Minta SUGBK ...
Advertisement
Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.