Mau Kredit Usaha Makin Gampang? BI Dorong UMKM Penuhi Syarat Ini

Minggu, 27 Sep 2026, 00:12 WIB

SURABAYA - Bank Indonesia mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat tata kelola usaha agar semakin banyak yang memenuhi persyaratan perbankan dan memperoleh akses pembiayaan formal untuk mengembangkan usaha.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan upaya tersebut dilakukan melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah mempertemukan pelaku usaha dan perbankan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran kredit.

Ket. Foto: Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2026 di Surabaya, Sabtu (26/9). — Sumber: Antara foto

"Program PINISI merupakan wadah bertemunya semua golongan yang mempunyai kepentingan sama yaitu bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kredit perbankan," katanya dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2026 di Surabaya, Sabtu.

Destry mengatakan pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan telah mencapai 13,6 persen namun pertumbuhan kredit UMKM masih memerlukan perhatian sehingga perlu dilakukan penguatan intermediasi dan perluasan akses pembiayaan bagi sektor tersebut.

Menurut dia, BI telah mempertemukan 50 UMKM dengan perbankan syariah melalui business matching dalam salah satu pelaksanaan Program PINISI dan dari pertemuan tersebut terdapat pelaku usaha yang berhasil mendapatkan pasangan pembiayaan.

"Setelah itu ada perwakilan Kadin yang menyampaikan masih ada sekitar 100 UMKM yang mengantre, tetapi pada tahap awal baru 50 yang dipertemukan karena keterbatasan waktu dan proses untuk meyakinkan perbankan," ujarnya.

Destry mengungkapkan salah satu kendala UMKM dalam memperoleh pembiayaan adalah belum tersedianya laporan keuangan dan rekam jejak pengelolaan usaha yang menjadi bagian dari pertimbangan perbankan dalam menilai kelayakan calon debitur.

Oleh sebab itu, BI mendorong UMKM binaannya meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha termasuk menyiapkan laporan keuangan sehingga tidak hanya mampu memproduksi dan menjual barang tetapi juga memenuhi persyaratan untuk mengakses sumber pembiayaan formal.

Ia menegaskan perluasan akses pembiayaan UMKM membutuhkan sinergi antara BI, perbankan, pelaku usaha, Kadin, dan pemangku kepentingan lainnya agar semakin banyak UMKM yang naik kelas dan mampu memanfaatkan pembiayaan formal untuk memperluas kegiatan usahanya.

"Kami ingin seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia membantu UMKM-UMKM tersebut supaya mereka juga mempunyai akses kepada sektor perbankan," kata Destry.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.