Indonesia Bidik Wisatawan Malaysia, Kemenpar Siapkan Strategi Promosi Baru
Minggu, 27 Sep 2026, 00:13 WIBJAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat promosi wisata ke pasar wisatawan Malaysia yang diharapkan meningkatkan kunjungan ke Indonesia.
âDengan pendekatan terintegrasi tersebut, promosi Wonderful Indonesia tidak berhenti pada peningkatan awareness, tetapi diarahkan untuk menghasilkan conversion menjadi perjalanan wisata ke Indonesia,â kata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan pers kementerian yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta pada Sabtu.
Ni Made mengatakan Kemenpar mendorong wisatawan Malaysia mengenal lebih banyak destinasi Indonesia, memperpanjang masa tinggal, serta meningkatkan pengeluaran selama berwisata di Indonesia.
Partisipasi Indonesia dalam bursa pariwisata di Malaysia diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia. Malaysia merupakan salah satu pasar utama pariwisata nasional dengan target 3,1 juta kunjungan wisatawan asal Malaysia pada 2026.
Dalam hal ini, Kemenpar memperkuat promosi wisata ke pasar wisatawan Malaysia melalui partisipasi dalam pameran perjalanan dan pariwisata Malaysia yang dilanjutkan dengan Wonderful Indonesia Sales Mission Malaysia 2026 di Penang pada 8 September 2026.
Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemasaran terintegrasi untuk menjangkau langsung calon wisatawan sekaligus memperkuat jejaring bisnis antara industri pariwisata Indonesia dan Malaysia.
âKeduanya menciptakan ekosistem promosi yang lebih terintegrasi, mulai dari awareness, consideration, hingga conversion,â ujar Ni Made.
Melalui rangkaian upaya tersebut, Kementerian Pariwisata optimistis pasar Malaysia dapat terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target pariwisata Indonesia pada 2026.
âTarget 3,1 juta wisatawan Malaysia merupakan target yang ingin kami capai bersama. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan KBRI, KJRI, industri pariwisata, mitra transportasi, serta pelaku industri Malaysia agar promosi Wonderful Indonesia semakin efektif dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional,â tutur Made.
Melalui pameran pariwisata di Malaysia, promosi diperluas melalui pendekatan business-to-consumer (B2C) dengan memberikan kesempatan kepada calon wisatawan untuk mengenal dan memperoleh informasi mengenai produk wisata Indonesia secara langsung.
Kemenpar memfasilitasi 10 pelaku industri pariwisata Indonesia sebagai co-exhibitor di Paviliun Wonderful Indonesia. Mereka berasal dari berbagai sektor, mulai dari biro perjalanan wisata dan operator tur, perhotelan dan akomodasi, pengelola destinasi wisata, hingga transportasi.
Keterlibatan berbagai pelaku industri tersebut memperluas ragam produk dan destinasi yang ditawarkan kepada wisatawan Malaysia, mulai dari Bali, Lombok, Samosir, Batam, Jakarta, Yogyakarta, hingga Jawa Barat.
Sejalan dengan minat wisatawan Malaysia terhadap produk lokal dan kuliner Indonesia, Paviliun Wonderful Indonesia juga menghadirkan sejumlah jenama lokal dalam berbagai aktivitas.
Kehadiran mitra lokal tersebut memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus memperkenalkan ragam produk dan gaya hidup Indonesia.
Kemenpar juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan maskapai penerbangan Malaysia, yang menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi pilihan wisatawan Malaysia melalui peningkatan promosi, aksesibilitas, dan konektivitas perjalanan.
âMelalui kolaborasi ini, Kementerian Pariwisata berupaya mengoptimalkan potensi Malaysia sebagai salah satu pasar utama pariwisata Indonesia sekaligus meningkatkan minat dan preferensi wisatawan Malaysia untuk memilih Indonesia sebagai destinasi perjalanan,â ujar Made.
Sementara itu, dalam Sales Mission memperkuat pendekatan business-to-business (B2B) melalui pertemuan antara industri pariwisata Indonesia dan pelaku usaha perjalanan wisata Malaysia. Penguatan pasar dilanjutkan melalui Wonderful Indonesia Sales Mission Malaysia 2026 di Penang.
Melalui kampanye âWonderful Indonesia â Go Beyond Ordinaryâ, promosi diarahkan untuk memperkenalkan pengalaman perjalanan yang lebih beragam, termasuk destinasi yang menawarkan pengalaman berkelanjutan, berkualitas, dan memiliki daya tarik yang berbeda.
Kegiatan tersebut mempertemukan sekitar 20 pelaku industri pariwisata Indonesia sebagai sellers dengan sekitar 20 pelaku industri pariwisata Malaysia sebagai buyers dari wilayah Penang yang merupakan anggota MATTA Penang Chapter.
Pelaku industri Indonesia yang terlibat meliputi biro perjalanan wisata, perhotelan, pengelola destinasi, serta mitra industri terkait.
âMelalui Wonderful Indonesia Sales Mission Malaysia 2026, kami ingin memastikan industri pariwisata Indonesia memiliki akses yang semakin kuat ke jaringan pelaku usaha pariwisata Malaysia. Dengan demikian, produk wisata Indonesia dapat semakin mudah dipasarkan dan dikemas sesuai dengan kebutuhan pasar Malaysia,â kata Made.
- Kemenpar
- Malaysia
- Gaet Wisatawan
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Bukan Sekadar Bumbu Tempe! Kemendikti Ungkap Alasan Ragi Tempe Harus Dilindungi
-
Viral Dimana-Mana, Sound Kasih Aba-Aba 2.0 Shopee 9.9 Ditonton Puluhan Juta Kali
-
Cegah Kebakaran Berulang di Gunung Bromo, Kemenpar Minta Pengelola TNBTS Perketat SOP
-
Gawat! Debit Sungai Mahakam Surut Akibat El Nino, Distribusi BBM ke Mahakam Ulu Terhambat
-
Kebakaran Ponpes Al Falakiyah Bogor, 56 Anak Terdampak dan 31 Dirawat di Rumah Sakit
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.